Muncul Pola Shooting Star, Rupiah Bisa Hajar Balik Dolar AS?

Rupiah Selasa kemarin sempat jeblok melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke level terlemah dalam 18 bulan terakhir. Tapi, rupiah perlahan mampu bangkit dan mengakhiri perdagangan di Rp 14.695/US$, atau melemah 0,12%. Di awal pekan lalu, rupiah jeblok 0,88% menjadi kinerja harian terburuk sejak Februari 2021.

Pada perdagangan Rabu (15/6/2022), rupiah berisiko tertekan lagi, sebab indeks dolar AS masih terus menanjak jelang pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS (The Fed) pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, menjadi 1,5% – 1,75%, lebih besar dari ekspektasi kenaikan sebelumnya 50 basis poin.

Meski demikian, rupiah juga punya peluang untuk menguat, melihat indeks dolar yang mencapai level tertinggi dalam 2 dekade terakhir. Kuatnya dolar AS tersebut kemungkinan bisa mengalami koreksi akibat aksi profit taking, sebab jika The Fed tetap seperti pernyataan sebelumnya menaikkan 50 basis poin, maka ada risiko dolar AS akan berbalik arah, bahkan jeblok.

Secara teknikal pelemahan rupiah yang disimbolkan USD/IDR kembali tertahan di resisten kuat di kisaran Rp 14.730/US$ yang merupakan FibonacciRetracement61,8%. Sebelumnya, pada 19 Mei lalu, rupiah juga tertahan di level tersebut.

Fibonacci Retracement tersebut ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$.

Indikator Stochastic pada grafik harian kini bergerak naik dan semakin mendekati wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Stochastic yang nyaris mencapai overbought menunjukkan tekanan rupiah mulai mereda. Apalagi muncul pola Shooting Star kemarin yang menjadi sinyal pembalikan arah.

Resisten terdekat masih berada di kisaran Rp 14.700/US$, jika ditembus rupiah berisiko melemah menguji lagi Rp 14.730/US$. Rupiah akan melemah lebih jauh jika mengakhiri perdagangan di atasnya.

Sementara itu selama bertahan di bawah Rp 14.730/US$ rupiah berpeluang menguat. Apalagi, stochastic pada grafik 1 jam yang baru mulai turun dari wilayah overbought membuka peluang rupiah menguat hari ini. Stochastic 1 jam digunakan untuk memproyeksikan pergerakan harian.

Support terdekat berada di kisaran Rp 14.650/US$, jika ditembus rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.630/US$.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Beritasatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *