Rupiah Semakin Kokoh di Tengah Potensi Kenaikan Bunga AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.526 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (11/5) pagi. Mata uang Garuda menguat 28 poin atau 0,19 persen dari Rp14.554 per dolar AS dari sebelumnya.

Sementara, mata uang Asia bergerak bervariasi pagi ini. Terpantau, yen Jepang menguat 0,03 persen, yuan China menguat 0,01 persen, won Korea Selatan melemah 0,2 persen, dan baht Thailand melemah 0,19 persen.

Lalu, dolar Singapura yang menguat 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,04 persen, peso Filipina menguat 0,14 persen, dan dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Sebaliknya, mayoritas mata uang utama di negara maju menguat pagi ini. Tercatat, euro Eropa menguat 0,02 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dolar Australia menguat 0,2 persen, dolar Kanada menguat 0,08 persen, dan franc Swiss menguat 0,05 persen.

Analis komoditas Ariston Tjendra memprediksi rupiah melemah hari ini. Pasalnya, pasar khawatir The Fed akan kembali mengerek suku bunga acuan pada Juni dan Juli 2022 mendatang.

“Pasar masih dipengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan pengetatan moneter AS yang lebih agresif,” ucap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ekspektasi itu, sambung Ariston, membuat dolar AS semakin kuat terhadap mayoritas mata uang di dunia termasuk rupiah.

Oleh karena itu, Ariston meramalkan rupiah kembali melemah dan bergerak dalam rentang Rp14.500 per dolar AS sampai Rp14.580 per dolar AS.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Liputan6.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *