Dolar AS Tergelincir di Tengah Penguatan Poundsterling

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena meredanya kekhawatiran Omicron mengangkat mata uang berisiko lebih tinggi seperti dolar Australia dan poundsterling Inggris.

Mengutip Xinhua, Kamis, 30 Desember 2021, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,27 persen pada 95,9435. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1340 dari USD1,1302 di sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3485 dari USD1,3423 di sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi USD0,7250 dibandingkan dengan USD0,7229. Dolar AS dibeli 114,97 yen Jepang, lebih tinggi dari 114,81 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9148 franc Swiss dari 0,9175 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2795 dolar Kanada dari 1,2816 dolar Kanada.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor terus memantau dampak dari varian Omicron. Sejauh ini, varian baru dari covid-19 tersebut terus menyebar dengan cepat daripada varian Delta.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 90,42 poin atau 0,25 persen menjadi 36.488,63, membukukan hari kemenangan keenam berturut-turut. S&P 500 naik 6,71 poin atau 0,14 persen menjadi 4.793,06. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 15,51 poin atau 0,10 persen, menjadi 15.766,22.

Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat dan perawatan kesehatan masing-masing naik 0,64 persen dan 0,6 persen, melampaui sisanya. Sedangkan sektor energi tergelincir 0,63 persen, kelompok berkinerja terburuk.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas menurut bobotnya di indeks S&P AS Listed Tiongkok 50 mengakhiri hari dengan catatan suram. Reaksi pasar di atas muncul ketika infeksi covid-19 terus melonjak di Amerika Serikat, didorong oleh melonjaknya kasus varian Omicron.

Peningkatan kasus harian rata-rata tujuh hari di negara itu mencapai lebih dari 277 ribu, lonjakan 215 persen dari bulan lalu, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Berbagai macam upaya terus dilakukan agar penyebaran virus tersebut bisa segera dihentikan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : IDX Channel

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *