Kabar PPKM Darurat Diperpanjang Bikin Rupiah Lesu ke Rp14.495

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.495 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (14/7). Mata uang Garuda melemah 32 poin atau 0,22 persen dibanding Rp14.463 per dolar AS pada Selasa (13/7).

Di kawasan Asia, mayoritas mata uang melemah dari dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,44 persen, peso Filipina minus 0,26 persen, ringgit Malaysia 0,2 persen, dan yuan China minus 0,11 persen.

Begitu juga dengan baht Thailand yang melemah 0,09 persen, dolar Singapura minus 0,06 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen. Sementara hanya yen Jepang yang menguat 0,1 persen dari dolar AS.

Sebaliknya, mayoritas mata uang utama negara maju menguat dari dolar AS. Dolar Australia menguat 0,09 persen, dolar Kanada 0,04 persen, poundsterling Inggris 0,03 persen, dan euro Eropa 0,02 persen. Hanya franc Swiss minus 0,03 persen dan rubel Rusia minus 0,02 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah kemungkinan melemah pada hari ini karena tertekan penguatan dolar AS. Mata uang negeri Paman Sam bakal menguat karena ada sentimen positif dari data inflasi AS sebesar 5,4 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar 4,9 persen dan The Fed 2 persen.

“Ini membuka peluang bank sentral AS untuk mempertimbangkan kembali pengetatan moneter yang lebih cepat, sehingga mendorong penguatan dolar AS,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Rupiah, sambungnya, juga mendapat sentimen negatif dari dalam negeri dengan munculnya skenario PPKM Darurat yang diperpanjang. Skenario ini muncul karena kasus baru covid-19 terus meningkat.

“Selain itu, faktor dalam negeri, yaitu kenaikan kasus baru harian covid-19 yang terus memecahkan rekor juga menjadi tekanan untuk rupiah,” ucapnya.

Proyeksinya, rupiah akan melemah di kisaran Rp14.450 sampai Rp14.550 per dolar AS pada hari ini.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : BeritaSatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *