Sekjen PBB Serukan Israel-Palestina Hentikan Serangan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Minggu memohon segera diakhirinya kekerasan mematikan Israel-Palestina.

Peringatan itu dilontarkan dalam pertemuan Dewan Keamanan. Ia khawatir bahwa pertempuran itu dapat menjerumuskan kawasan itu ke dalam krisis “parah”.

“Pertempuran harus dihentikan. Itu harus segera dihentikan,” kata Guterres ketika ia membuka sesi Dewan Keamanan yang ditunda oleh sekutu Israel, Amerika Serikat, Minggu (17/5).

Ia pun menyebut kekerasan yang telah menewaskan hampir 200 orang selama seminggu terakhir “sangat mengerikan.”

“Perang ini berpotensi untuk membuat krisis keamanan dan kemanusiaan yang tak tertahankan dan menumbuhkan ekstremisme, tidak hanya di wilayah Palestina yang diduduki dan Israel, tetapi di kawasan secara keseluruhan,” katanya seperti dikutip AFP.

Guterres mengutuk kekerasan yang terjadi pada Minggu dan menewaskan 40 warga Palestina, korban tewas terburuk sejak kerusuhan pecah.

“Siklus pertumpahan darah, teror dan kehancuran yang tidak masuk akal ini harus segera dihentikan,” kata Guterres.

Dia juga memperbarui kritik terhadap serangan Israel pada hari Sabtu yang menghancurkan kantor Gaza dari dua outlet berita utama, Al-Jazeera dan Associated Press.

“Jurnalis harus diizinkan bekerja tanpa rasa takut dan kekerasan. Penghancuran kantor media di Gaza sangat memprihatinkan,” kata Guterres.

Israel melancarkan serangan udaranya setelah Hamas, gerakan militan Islam yang mengendalikan Gaza, mulai menembakkan roket sebagai tanggapan atas tindakan negara Yahudi itu di Yerusalem.

“Roket dan mortir di satu sisi dan pemboman udara dan artileri di sisi lain harus dihentikan. Saya mengimbau semua pihak untuk memperhatikan seruan ini,” kata Guterres.

Dia juga menyuarakan kekhawatiran atas kebangkitan gerakan ekstremis Yahudi yang mendorong pengusiran warga Palestina dari Yerusalem, ikut membantu memicu krisis.

“Di Israel, kekerasan oleh kelompok dan massa yang mirip main hakim sendiri telah menambah dimensi krisis yang sudah memburuk,” kata Guterres.

“Para pemimpin di semua sisi memiliki tanggung jawab untuk menahan retorika yang menghasut dan menenangkan ketegangan.”

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *