Dolar AS Tergelincir di Tengah Reli Wall Street

Kurs dolar Amerika Serikat (USD) tergelincir di akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena aset berisiko termasuk pasar saham menguat, menekan selera untuk mata uang safe haven. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,35 persen menjadi 93,5166.

Mengutip Xinhua, Selasa, 6 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1774 dari USD1,1712 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2971 dari USD1,2931 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7174 dari USD0,7158.

Sedangkan dolar AS dibeli 105,72 yen Jepang atau lebih tinggi dibandingkan dengan 105,37 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9160 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9205 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3268 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3302 dolar Kanada.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh keuntungan yang solid di sektor energi dan teknologi. Bursa saham Amerika Serikat juga mendapat sentimen positif dari optimisme stimulus fiskal yang baru terkait penanganan covid-19.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 465,83 poin atau 1,68 persen menjadi 28.148,64. Sedangkan S&P 500 naik 60,18 poin atau 1,80 persen menjadi 3.408,62. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 257,47 poin atau 2,32 persen menjadi 11.332,49 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan energi dan teknologi masing-masing naik 2,9 persen dan 2,27 persen, memimpin kenaikan. Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, Dow bertambah 1,9 persen, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq keduanya naik 1,5 persen.

Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan sembilan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Sementara investor mengamati pembaruan pada stimulus fiskal AS yang baru.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin melanjutkan pembicaraan tentang stimulus tambahan, menghidupkan kembali harapan pasar keuangan untuk lebih banyak bantuan fiskal.

Kedua belah pihak telah bernegosiasi selama berminggu-minggu mengenai paket tindak lanjut untuk memerangi efek ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19, namun mereka tetap berselisih tentang berapa banyak dorongan yang harus diberikan dan apa yang harus ditargetkan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Liputan6.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *