Trump Perpanjang Aturan Social Distancing Hingga Akhir April

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang sejumlah aturan terkait pandemi virus korona (covid-19), termasuk menjaga jarak sosial atau social distancing, hingga 30 April mendatang. Sebelumnya, Trump berencana melonggarkan pembatasan di sejumlah wilayah saat Hari Raya Paskah pada 12 April.

“Tingkat kematian tertinggi kemungkinan terjadi dalam dua pekan ke depan,” ujar Trump dalam konferensi pers Gugus Tugas Virus Korona Gedung Putih.

“Oleh karena itu, kami akan memperpanjang periode dari sejumlah aturan,” lanjutnya, dikutip dari BBC, Senin 30 Maret 2020.

Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Senin ini, total kasus covid-19 di AS telah melampaui 140 ribu dengan 2.467 kematian dan 2.665 pasien sembuh. Anthony Fauci, salah satu dokter di Gugus Tugas Virus Korona Gedung Putih, sebelumnya memperingatkan bahwa covid-19 dapat menewaskan hingga 200 ribu warga AS.

Pekan kemarin, AS menyalip Tiongkok dan Italia dalam jumlah kasus covid-19, yang menjadikannya sebagai negara dengan infeksi terbanyak di kancah global.

Masih dalam keterangan di Gedung Putih, Trump menilai social distancing sebagai “cara untuk menang” dalam perang melawan covid-19. Ia memprediksi AS akan berangsur pulih pada Juni mendatang.

“Tidak ada yang lebih buruk ketimbang mendeklarasikan kemenangan sebelum benar-benar menang,” ungkap Trump.

“Hal seperti itu justru merupakan kekalahan besar bagi kita semua,” sambungnya.

Akhir pekan kemarin, Trump sempat mewacanakan menutup rapat negara bagian New York, yang merupakan penyumbang tertinggi jumlah kasus dan kematian akibat covid-19. Namun setelah dikecam Gubernur New York Andrew Cuomo, Trump mengurungkan niatnya.

Melalui Twitter, Trump mengatakan bahwa alih-alih karantina, “imbauan perjalanan” akan diterapkan untuk New York, New Jersey, dan Connecticut. Imbauan akan dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Inti dari imbauan CDC adalah meminta semua warga di tiga negara bagian tersebut untuk “menahan diri” dari melakukan perjalanan domestik “non-esensial” atau tidak penting selama kurun waktu 14 hari.

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : The New York Times

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *