Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis ke Rp14.164 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.164 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (26/3) pagi. Posisi ini menguat 0,15 persen dibandingkan penutupan pada Senin (25/3) yakni Rp14.186 per dolar AS.

Pagi ini, sebagian mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,22 persen, peso Filipina menguat 0,19 persen, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, baht Thailand menguat 0,1 persen, dan dolar Singapura menguat 0,08 persen. Kemudian, dolar Hong Kong dan yen Jepang masing-masing menguat sebesar 0,01 persen dan 0,19 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju juga cenderung menguat terhadap dolar AS, seperti dolar Australia sebesar 0,15 persen, euro sebesar 0,08 persen, dan poundsterling Inggris 0,05 persen.

Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar mengatakan pergerakan rupiah ditopang oleh beberapa hal. Salah satunya adalah sentimen geopolitik, seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau disebut Brexit.

Sejatinya, pelaku pasar tengah menanti pemungutan suara ketiga terkait Brexit pada akhir pekan ini. Namun semalam, parlemen malah menyita rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May, sehingga ini membuka jalan bagi referendum kedua, menjaga Inggris di kesatuan kepabeanan Uni Eropa, atau membatalkan Brexit.

Kemudian, sentimen lain menurutnya muncul dari harga minyak dunia. Dengan tren yang cenderung menurun, maka ini bisa menjaga defisit transaksi berjalan dan mengurangi permintaan dolar.

Sentimen ini cukup menguatkan rupiah setelah kemarin ditempa pelemahan karena kurang menarik dibanding dolar AS. Adapun, dolar AS dipilih kembali sebagai instrumen investasi karena pelaku pasar ramai-ramai mengincar obligasi pemerintah bertenor tiga bulan, sehingga imbal hasilnya lebih tinggi ketimbang surat utang bertenor 10 tahun. Kondisi ini disebut sebagai inverted yield curve.

“Jadi untuk hari ini, rentang rupiah di angka Rp14.250 per dolar AS hingga Rp14.130 per dolar AS. Jadi rupiah masih gini-gini saja dan terbilang moderat,” papar dia.

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Tempo

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *