Investor Masih Waswas, Wall Street Dibuka Bervariasi

Indeks saham utama Amerika Serikat (AS) bergerak bervariasi pada pembukaan perdagangan perdana bulan Maret, Rabu (1/3) pagi waktu New York. S&P 500 bergerak di zona merah, melanjutkan penurunan tajam sepanjang bulan Februari lalu dengan imbal hasil obligasi juga tercatat melanjutkan kenaikannya.

S&P 500 dibuka turun 0,5%, dengan indeks padat teknologi Nasdaq Composite melemah 0,7%. Sementara itu indeks blue chip Dow Jones Industrial Average (DJIA) tercatat menguat 0,2% di awal perdagangan.

Terkoreksinya sejumlah indeks utama Wall Stree terjadi seiring dengan naiknya imbal hasil obligasi. Imbal hasil Treasury 1 tahun naik sekitar 3 basis poin menjadi di atas 5%. Sebelumnya, pada hari Selasa imbal hasil Treasury 10-year yield level tertinggi sejak November, nyaris menyentuh 4%.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Rabu bahwa dia “terbuka untuk kemungkinan” kenaikan suku bunga yang lebih besar pada pertemuan kebijakan bulan ini, “apakah itu 25 atau 50 basis poin,” tetapi belum mengambil keputusan.

Kepastian besaran kenaikan suku bunga AS menjadi informasi paling ditunggu pasar yang mana ikut mempengaruhi psikologi investor.

“Kinerja [Wall Street] untuk dua bulan pertama tahun ini terutama dipengaruhi oleh perubahan marjinal dalam ekspektasi jalur kebijakan moneter yang tepat pada tahun 2023,” kata William Northey, direktur investasi senior di Manajemen Kekayaan Bank AS dilansir CNBC International.

“Kami mengantisipasi lingkungan yang lebih baik untuk obligasi tetapi mengharapkan volatilitas dua sisi yang sedang berlangsung untuk ekuitas global dan ekuitas AS karena pasar mengukur kesehatan konsumen dan aktivitas perusahaan,” tambahnya.

Sentimen pasar saham awalnya mendapat dorongan setelah rilis data yang jauh lebih kuat dari perkiraan dari China. Biro Statistik Nasional negara itu mengatakan PMI manufaktur resminya naik menjadi 52,6 pada Februari – tertinggi yang tidak terlihat sejak April 2012.

Pergerakan itu terjadi setelah Wall Street menutup Februari yang merugi untuk saham pada hari Selasa. Dow memimpin dengan penurunan terbesar sepanjang bulan lalu yakni mencapai 4,19%. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing juga ikut melemah 2,61% dan 1,11%.

Penurunan Februari menyeret Dow ke wilayah negatif untuk tahun ini, sementara dua indeks lainnya masih mempertahankan kenaikannya.

 

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Antara News

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *