Harga Minyak Ambrol Hampir 8 Persen Pekan Lalu

Harga minyak jatuh ke posisi terendah lebih dari tiga minggu pada Jumat (4/2) lalu.

Mengutip Reuters (6/2), harga minyak mentah Brent berjangka turun US$2,23 atau 2,7 persen ke level US$$79,94 per barel setelah naik ke sesi tertinggi di US$84,20.

Harga ini mendekati level terendah US$79,72 yang terjadi sejak 1 Januari lalu. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun US$2,49, atau 3,3 persen ke US$73,39, setelah diperdagangkan antara US$78 dan US$73,13 yang merupakan level terendah sejak 1 Januari.

Dengan pelemahan itu, Brent sudah anjlok 7,8 persen minggu ini, sementara WTI turun 7,9 persen.

Analis menyebut keterpurukan harga minyak dunia pada akhir pekan kemarin dipicu penguatan saham AS yang terjadi usai data penciptaan pekerjaan di AS meningkat tajam pada Januari kemarin.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran pasar atas kenaikan suku bunga acuan. Pasalnya, kenaikan suku bunga pada 2023 kemungkinan akan membebani AS dan ekonomi Eropa.

Kalau itu terjadi, pasar khawatir ekonomi melambat dan berdampak ke penurunan permintaan minyak mentah global

“Pasar tidak dapat memutuskan apakah harus gugup tentang resesi atau lebih khawatir tentang Federal Reserve yang agresif dengan suku bunga,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Selain itu kejatuhan harga minyak juga dipicu aksi tunggu pasar terhadap embargo yang diberlakukan Uni Eropa terhadap produk olahan minyak Rusia.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *