Emas Anjlok USD18 di Tengah Penantian Keputusan Moneter Fed

Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan empat sesi berturut-turut menjadi di bawah level psikologis USD1.800 karena aksi ambil untung setelah greenback menguat menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve.

Mengutip Antara, Selasa, 13 Desember 2022, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD18,40 atau 1,02 persen menjadi USD1.792,30 per ounce, setelah mencapai terendah sesi di USD1.790,50 yang merupakan level terendah sejak 7 Desember.

Emas berjangka menguat USD9,20 atau 0,51 persen menjadi USD1.810,70 pada Jumat, 9 Desember 2022 setelah terangkat USD3,50 atau 0,19 persen menjadi USD1.801,50 pada Kamis, 8 Desember 2022, dan melonjak USD15,60 atau 0,88 persen menjadi USD1.798,00 pada Rabu, 7 Desember 2022.

Dolar AS menguat pada Senin, 12 Desember 2022 karena pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama AS dan pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31 persen menjadi 105,1310.

Investor menunggu pembacaan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk November yang akan dirilis pada Selasa waktu setempat dan keputusan Federal Reserve tentang suku bunga pada Rabu, 14 Desember 2022 untuk petunjuk tentang langkah selanjutnya untuk emas.

Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris (BoE), dan Bank Sentral Swiss (SNB) juga akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter dan membuat pengumuman suku bunga minggu ini.

“Harga emas menetap di bawah level USD1.800 karena para pedagang menunggu laporan inflasi utama dan keputusan FOMC,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online Oanda.

“Emas memiliki kinerja yang kuat baru-baru ini karena para pedagang secara luas percaya bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, sementara beberapa berharap soft landing masih mungkin terjadi (untuk ekonomi AS).”

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 31,4 sen atau 1,32 persen menjadi USD23,403 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD28,20 atau 2,72 persen menjadi USD1.008 per ounce.

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Mentari Mulia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *