Pemerintah Buat Satgas Lindungi Data Rahasia Negara dari Peretas

Hacker Bjorka mengklaim telah membocorkan dokumen-dokumen kepresidenan, termasuk surat-surat rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN). Hal ini pun menimbulkan polemik karena Bjorka berhasil membobol data pribadi sejumlah pejabat negara. Bjorka mengunggah sejumlah dokumen yang diklaim milik Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada periode 2019- 2021.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamaman (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan, pemerintah akhirnya membuat tim satuan tugas (satgas) untuk melindungi data-data rahasia negara dari para peretas. Namun pemerintah belum menyebutkan nama satgas tersebut.

“Kita membuat satgas untuk lebih hati-hati,” ujar Menko Polhukam Mahfud Md dalam jumpa pers virtual, Rabu (14/9/2022).

Menurut Mahfud, pembuatan tim satgas dilakukan lantaran akhir-akhir ini akun Bjorka seolah telah meretas sistem keamanan siber negara dengan mengambil data-data pribadi pejabat maupun masyarakat lainnya.

Tak hanya itu, dalam Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang akan diparipurnakan oleh DPR mewajibkan pemerintah membentuk satgas tersebut.

“Dalam satu bulan ke depan memang ada UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang sudah disahkan DPR, tinggal pengesahan di paripurna, itu memang juga memuat arahan agar ada satu tim yamg bekerka untuk keamanan siber,” kata dia.

Menko Polhukam Mahfud Md menyebut Bjorka tak memiliki keahlian menjadi peretas atau membobol data negara. Menurut dia, sejauh ini data negara aman dari segala macam gangguan.

Mahfud menyatakan demikian usai berkoordinasi dengan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kemenkominfo, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Kalau dari hasil kesimpulan (rapat) tadi, Bjorka ini tidak punya keahlian membobol, hanya memberitahu kepada kita bahwa kita harus hati-hati, kita bisa dibobol dan sebagainya, tapi smpai saat ini tidak,” ujar Mahfud.

Mahfud memastikan, data-data yang sifatnya rahasia masih aman. Meski demikian, menurut Mahfud, tindakan yang Bjorka ini akan dijadikan pembelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat sistem keamanan siber.

“Data-data yang sifatnya rahasia sampai saat ini belum ada, tapi kita akan menjadikan ini sebagai peluang agar kita bersama-sama hati-hati,” kata Mahfud.

 

 

 

 

 

Sumber : liputan6.com
Gambar : Lelemuku

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *