Berbalik Arah, Rupiah Menguat ke Rp14.307 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.307 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (18/1) pagi. Mata uang Garuda ini menguat 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp14.324 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,12 persen, won Korea Selatan menguat 0,48 persen, peso Filipina menguat 0,04 persen, yuan China menguat 0,07 persen, dolar Taiwan menguat 0,03 persen, bath Thailand menguat 0,45 persen, dan yen Jepang menguat 0,11 persen.

Namun, ringgit Malaysia melemah 0,11 persen dan rupee India merosot 0,12 persen.

Begitu juga dengan mayoritas mata uang di negara maju yang terpantau menguat terhadap dolar AS. Rinciannya, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, franc Swiss menguat 0,09 persen, dolar Australia menguat 0,08 persen, dan dolar Kanada menguat 0,16 persen.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra memprediksi nilai tukar rupiah masih tertekan karena kenaikan tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Saat ini, yield obligasi pemerintah AS tembus 1,82 persen atau tertinggi sejak Januari 2020.

“Yield obligasi pemerintah AS terus menanjak pada perdagangan kemarin karena ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS sebanyak tiga atau empat kali yang digaungkan oleh para pejabat bank sentral AS,” papar Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, pasar juga mengantisipasi perkembangan varian baru omicron di dunia. Meski gejalanya ringan, tetapi jumlah orang yang terpapar terus meningkat.

“Penyebaran (omicron) yang meluas menimbulkan pembatasan aktivitas ekonomi di beberapa negara besar. Ini bisa mendorong pelaku pasar mencari aman di aset dollar AS,” ucap Ariston.

Oleh karena itu, ia mengatakan rupiah masih akan berada di zona merah. Tepatnya, mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang support Rp14.300 per dolar AS dan resistance Rp14.350 per dolar AS-Rp14.380 per dolar AS.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Beritasatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *