IHSG Diprediksi Melemah Antisipasi Tapering The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Selasa (26/10).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memproyeksikan harga komoditas dan kebijakan pengetatan moneter bank sentral. AS (tapering) akan jadi pemicunya.

“IHSG diprediksi melemah. Pergerakan masih akan dibayangi kekhawatiran dari turunnya harga komoditas serta The Fed yang akan segera melakukan Tapering yang akan dimulai pada November 2021,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 6.593 dan resistance 6.689.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut harga komoditas yang fluktuatif dapat menekan indeks. Namun momentum ini dapat digunakan oleh investor jangka pendek dan panjang untuk melakukan akumulasi pembelian.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 6.472 dan resistance 6.691. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu ITMG, AALI, BBCA, INDF, BINA, AKRA, dan MYOR.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Senin (25/10), IHSG melemah ke 6.625 atau turun 18,04 poin atau minus 0,27 persen. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih di seluruh pasar sebesar Rp2,95 triliun.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : LINE TODAY

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *