Joaquin Phoenix Tanggapi Wacana Sekuel Film Joker

Aktor Joaquin Phoenix mengaku sama sekali tidak mengetahui kabar penggarapan sekuel film Joker yang dilakukan rumah produksi Warner Bros.

“Maksud saya, saya tidak tahu. Sejak kami syuting, kamu mulai… Anda tahu… ini (Joker) sosok yang menarik,” katanya dalam wawancara dengan The Playlist yang dilansir Screen Rant, Selasa (5/10).

Ia melanjutkan, “Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan sosok ini dan bisa (dieksplorasi) lebih jauh. Tetapi apakah kita benar-benar melakukannya? saya tidak tahu.”

Phoenix sendiri tampil menawan dalam film Joker yang dirilis pada 2019 lalu. Berkat penampilannya ia mendapat penghargaan Best Actor dalam ajang Academy Awards 2020 dan sejumlah penghargaan bergengsi lain.

Pada September 2020 ia dikabarkan mendapat tawaran US$50 juta atau Rp743,2 miliar untuk kembali memerankan Arthur Fleck alias Joker dalam dua sekuel film Joker. Kurang lebih penggarapan dua film tersebut memakan waktu empat tahun.

Pernyataan seorang sumber tanpa nama yang dilansir NME menjelaskan bahwa Warner Bros ingin membuat Joker dengan komitmen dari Phoenix. Pun begitu dengan Todd Phillips sebagai sutradara dan produser Bradley Cooper.

Kemudian pada Mei kemarin sekuel Joker dikabarkan dalam tahap pengembangan. Hal tersebut terungkap dalam rencana penggarapan sejumlah proyek DC oleh Warner Bros.

“Sejauh ini setiap film dan acara TV, kecuali The Batman yang dibintangi Robert Pattinson yang akan dirilis pada Maret, seperti spin-off Gotham PD HBO Max, dan sekuel Joker akan berlangsung dalam universe yang sama,” seperti dilansir Hollywood Reporter.

Sementara itu, seperti dilansir Comicbook.com, Joker dan sekuelnya akan memiliki jagat sinema sendiri, kemungkinan Warner Bros akan menghubungkan Joker versi Phoenix dengan film-film atau serial-serial HBO Max lainnya.

Joker sendiri merupakan film adaptasi dari komik DC. Film psychological thriller ini pertama kali tayang pada 31 Agustus 2019 di Venice International Film Festival dan berhasil mendapat respons positif

Film ini menyoroti cerita dari Arthur Fleck, seorang komedian gagal yang mengidap penyakit neurological disorder. Penyakit tersebut membuatnya kerap tertawa pada waktu yang tidak seharusnya tertawa.

Kegagalan Arthur menjadi komedian membuatnya ‘gila’ hingga berani melakukan hal yang melanggar hukum. ‘Kegilaan’ itu mengubahnya jadi seorang dalang kriminal mengerikan di kota Gotham.

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *