Dolar Loyo, Harga Tembaga Ijo Royo-royo

Harga tembaga dunia pagi ini menguat seiring dengan pelemahan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Suntikan dana bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) juga menjadi sentimen positif karena meredakan isu gagal bayar Evergrande.

Pada Senin (27/9/2021) pukul 08:35 WIB harga tembaga dunia tercatat US$ 9.414,50. Naik 0,62% dibanding harga penutupan pasar akhir pekan kemarin.

Indeks dolar AS melemah 0,1% pada pukul 08:35 WIB mendorong kenaikan harga tembaga. Hal ini karena harga tembaga yang diperdagangkan dengan mata uang dolar lebih murah. Sebagai informasi, laju dolar AS dan harga tembaga dunia bergerak berlawanan arah.

Sementara itu Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC) menyuntikkan dana sebesar US$ 14 miliar atau setara Rp 199,4 triliun ke dalam sistem perbankan untuk mendukung stabilisasi pasar. Yasutada Suzuki, Kepala Investasi EM Sumitomo Mitsui Bank Tokyo, mengatakan suntikan dana dari PBOC adalah upaya pemerintah China untuk mencegah krisis.

“Saya menduga itu untuk mengatasi kekhawatiran Evergrande dan menunjukkan PBOC berusaha mendukung pasar,” sebut Suzuki, seperti dikutip dari Reuters.

Kabar baik ini membuat investor lebih tenang setelah ancaman default raksasa properti di Negeri Panda itu bisa berdampak pada laju ekonomi China dan jadi pemicu krisis global.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : CNBC Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *