IHSG Diproyeksi Lesu Jelang Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan Jumat (17/9).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan disebabkan oleh faktor teknikal, serta akibat kekhawatiran rencana tapering The Fed yang masih membayangi.

“Pergerakan juga akan didorong jumlah kasus covid-19 yang sudah menurun signifikan,” kata Dennies seperti dikutip dari riset hariannya, Jumat (17/9).

Dia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 6.075-6.092 dan resistance 6.131-6.153.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menyebut pergerakan IHSG terlihat masih akan stagnan dengan potensi tertekan. Ia menilai hingga saat ini rentang konsolidasi belum akan ditinggalkan IHSG.

“Masih minimnya sentimen serta belum adanya arus modal masuk ke pasar modal secara signifikan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Ia memprediksi IHSG melaju di rentang support 5.969 dan resistance 6.202. Ada pun saham-saham pilihannya yaitu BBCA, GGRM, ITMG, ASII, JSMR, MYOR, dan AKRA.

Pada perdagangan sebelumnya, yakni Kamis (16/9), IHSG stagnan di level 6.109. Pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih atau net buy di seluruh pasar sebesar Rp355,29 miliar.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Suara.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *