Menkes Respons Desakan Lockdown: Esensinya Kurangi Mobilitas

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut dalam penanganan Covid-19 yang terpenting adalah pembatasan mobilitas, bukan soal istilahnya.

Hal ini dikatakan merespons desakan penerapan lockdown dari sejumlah pemerintah daerah, ahli kesehatan, dan masyarakat sipil untuk menekan lonjakan kasus Virus Corona.

Budi menyebut baik lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sejatinya merupakan sebuah konsep pengendalian pandemi yang sama, yakni pembatasan mobilitas warga.

“Sebenarnya nama PPKM Mikro, nama PSBB, nama lockdown esensinya bukan di nama pembatasannya. Esensinya bagaimana kita bisa mengurangi mobilitas atau pergerakan. Jadi ada yang bilang lockdown, PSBB, PPKM Mikro,” kata Budi dalam wawancara yang disiarkan melalui CNN Indonesia TV, Selasa (22/6).

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, katanya, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM Mikro dengan sejumlah penguatan, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Dalam hal ini, Budi menyebut ada sejumlah pengetatan kebijakan di kabupaten/kota yang berada di zona merah alias wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Penguatan itu seperti kebijakan work from home dengan ketentuan 75 persen bekerja di rumah dan 25 sisanya bekerja di kantor untuk wilayah zona merah. Kemudian sekolah tatap muka dihentikan, tempat ibadah ditutup, dan hajatan masyarakat hanya boleh 25 persen.

Selain itu, pada PPKM mikro kali ini, restoran, warung makan, kafe, PKL, dan lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di pasar, pusat perbelanjaan atau mal hanya dibolehkan makan di tempat atau i maksimal 25 persen dari kapasitas.

Sementara untuk layanan take away atau bawa pulang lewat pesanan menyesuaikan jam operasional yang dibatasi sampai dengan pukul 20.00.

“Nah, sekarang yang sudah diperintahkan Pak Presiden, kita membatasi daerah-daerah merah seperti Jakarta, antara 70-100 persen total kita batasi namanya apa kita memang menggunakan nama PPKM mikro. Intinya kita melakukan pembatasan pergerakan warga secara signifikan supaya laju penularan bisa kita kendalikan,” ungkapnya.

Desakan lockdown dan PSBB sempat dilontarkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, ahli kesehatan, epidemiolog, hingga Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mereka menilai lockdown merupakan upaya paling tepat untuk menekan kasus Covid-19 saat ini.

Ribuan orang juga telah meneken petisi daring yang mendesak Presiden Joko Widodo segera melakukan 10 langkah penanganan pandemi virus corona di Indonesia, salah satunya adalah menerapkan karantina wilayah alias lockdown.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *