DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Hari Pertama Lancar

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengklaim pelaksanaan pertama uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah pada Rabu (7/4) berjalan dengan lancar.

Humas Disdik DKI Jakarta Taga Radja mengatakan pihaknya tidak menerima laporan dari sekolah ihwal permasalahan dalam uji coba itu.

“Ini baru satu hari, alhamdulillah belum ada laporan yang signifikan, dalam tanda petik, laporan bermasalah,” kata Taga saat dihubungi, Kamis (8/4).

Taga mengatakan Disdik akan melakukan evaluasi total soal pembelajaran tatap muka itu pada 29 April mendatang atau saat masa uji coba berakhir.

“Kita sudah sepakat, nanti sampai tanggal 29 April evaluasi total, apakah piloting ini diteruskan atau tidak,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan, uji coba yang dilakukan pihaknya ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dari orang tua. Diketahui, baru sekitar 30 persen orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti belajar tatap muka.

“Hasil saya kunjungan ke SMK 16 kemarin itu, akhirnya malah semangat melihat temannya pada sekolah, ketika belajar di kelas. Kemudian di selasar kelas ada petugas ngawasin, kemudian ketika pulang diawasi sama sekolah,” kata dia.

“Sehingga, mudah-mudahan dia bercerita sama temannya, untuk bisa jadi kepercayaan,” ucap dia menambahkan.

Pemprov DKI melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di 85 sekolah semua jenjang mulai 7 hingga 29 April.

Sebanyak 85 sekolah itu tersebar di enam kabupaten/kota, dengan rincian satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa poin penting yang diatur. Diantaranya, jumlah hari tatap muka adalah 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas; jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50 persen dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antar siswa.

Kemudian, durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari; materi pembelajaran hanya materi-materi esensial; satuan pendidikan yang melakukan uji coba adalah yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning) dan pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Liputan6.com

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *