Rupiah Menguat Rp14.490 Ditopang Kebangkitan Manufaktur

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.490 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Selasa (6/4) pagi. Mata uang Garuda menguat 0,17 persen jika dibandingkan perdagangan Senin (5/4) sore di level Rp14.515 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,05 persen, dolar Taiwan menguat 0,15 persen, won Korea Selatan menguat 0,25 persen, dan peso Filipina menguat 0,10 persen.

Kemudian rupee India menguat 0,03 persen, yuan China menguat 0,14 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,12 persen. Hanya yen Jepang dan bath Thailand yang terpantau melemah masing-masing 0,5 persen dan 0,09 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,02 persen, dolar Australia melemah 0,01 persen, dan franc Swiss melemah 0,03 persen. Sedangkan dolar Kanada terpantau masih stagnan.

Pengamat mata uang Ariston Tjendra mengatakan sentimen pasar terhadap aset berisiko masih terlihat positif pagi ini. Indeks saham regional terlihat menguat didorong optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi global.

“Namun, membaiknya aktivitas sektor manufaktur di Eropa dan AS serta data tenaga kerja dan aktivitas sektor jasa AS memicu optimisme,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Di samping itu, yield obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun juga terlihat terkoreksi pagi ini. Yield sudah berada di kisaran 1,69 persen setelah kemarin (5/4) sempat naik ke kisaran 1,74 persen.

“Kedua faktor di atas bisa mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini,” terang dia.

Sementara, dari dalam negeri, data aktivitas manufaktur yang membaik juga akan membantu penguatan nilai tukar rupiah karena persepsi positif terhadap pemulihan ekonomi.

“Rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp14.480 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp14.550 per dolar AS,” tandasnya.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Tribunnews.com

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *