Rupiah Berotot ke Rp14 Ribu di Awal Pekan

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14 ribu per dolar AS pada Senin (8/2) pagi. Posisi tersebut menguat 30 poin atau 0,21 persen dari Rp14.030 per dolar AS pada Jumat (5/2).

Rupiah menguat dengan mayoritas mata uang Asia. Hanya yen Jepang yang melemah 0,11 persen dan baht Thailand minus 0,06 persen.

Dolar Singapura menguat 0,04 persen, peso Filipina 0,06 persen, yuan China 0,11 persen, ringgit Malaysia 0,18 persen, dan won Korea Selatan 0,43 persen.

Sebaliknya, mata uang utama negara maju kompak melemah dari dolar AS. Franc Swiss melemah 0,14 persen, rubel Rusia minus 0,13 persen, euro Eropa minus 0,12 persen, dolar Kanada minus 0,09 persen, poundsterling Inggris minus 0,07 persen, dan dolar Australia minus 0,02 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan menguat di kisaran Rp13.980 sampai Rp14.080 per dolar AS pada hari ini. Penguatan didorong oleh sejumlah rilis ekonomi AS yang melemahkan mata uang negeri Paman Sam.

“Data tenaga kerja AS, non-farm payrolls Januari dirilis di bawah ekspektasi pasar telah mendorong pelemahan dolar AS. Data tenaga kerja yang pesimis ini menurunkan ekspektasi pemulihan ekonomi yang lebih cepat di AS,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Senin (8/2).

Lebih lanjut, buruknya data ekonomi AS memicu percepatan paket stimulus fiskal senilai US$1,9 triliun untuk pemulihan ekonomi AS. Ekspektasi ini bisa meningkatkan minat pasar terhadap aset berisiko hari ini.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : BeritaSatu.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *