Dolar AS Melemah, Emas Sentuh Level Tertinggi Dua Bulan Terakhir

Harga emas mantap menguat di atas level US$1.900 per troy ounce dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir, didorong oleh pelemahan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex untuk kontrak Februari 2021 terpantau menguat 32,3 poin atau 1,7 persen ke level US$1.927,4 per troy ounce pada pukul 11.09 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau menguat 1,29 persen atau 24,53 poin ke level US$1.923,20 per troy ounce.

Adapun indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,242 poin atau 0,27 persen ke level 89,695 pada pukul 11.13 WIB.

Emas menguat karena dolar AS AS tertekan di level terendah sejak 2018 setelah tergelincir selama tiga kuartal berturut-turut. Penguatan di aset safe haven ini datang bahkan ketika AS dan saham global berada pada titik tertinggi sepanjang masa di tengah ekspektasi bahwa distribusi vaksin yang meluas pada tahun 2021, dukungan bank sentral, dan bantuan pemerintah akan memantik kembali pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan emas baru-baru ini juga dibantu oleh penurunan imbal hasil riil AS, yang meningkatkan daya pikat logam mulia tersebut. Imbal hasil riil, yang merupakan perbedaan antara imbal hasil obligasi patokan nominal dan tingkat inflasi, berada di level minus 1,092 persen pada hari Jumat (1/1/2021), mendekati titik terendah tahun lalu.

“Saya melihat emas didorong oleh suku bunga riil yang lebih rendah dan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi,” kata manajer umum global ABC Bullion Nicholas Frappell, seperti dikutip Bloomberg.

“Pasar tidak mencari tanda-tanda pengetatan jika inflasi meningkat dalam waktu dekat. Emas biasanya menguat ketika suku bunga riil rendah,” lanjutnya.

Terkait virus corona, kasus harian AS melonjak ke rekor hampir 300.000 setelah liburan, sementara kasus global naik di atas 85 juta.

Sementara itu, pakar penyakit menular AS Anthony Fauci mengatakan peluncuran vaksin di AS semakin cepat dan dapat sepenuhnya berjalan dalam waktu sepekan ke depan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan tindakan penguncian yang lebih ketat di Inggris, termasuk penutupan sekolah, mungkin akan diperlukan karena lonjakan kasus dari varian virus baru.

Sementara itu negara bagian Georgia AS mengadakan pemilihan putaran kedua pada hari Selasa untuk dua kursi Senat AS yang akan menentukan kendali majelis, sementara Kongres bertemu pada hari Rabu untuk menghitung suara elektoral dan mengumumkan pemenang pemilihan presiden 2020.

“Ketidakpastian politik dan peningkatan ketegangan di Washington juga membantu mendukung emas,” kata manajer senior komoditas Phillip Futures Pte Avtar Sandu.

 

 

 

 

Sumber : bisnis.com
Gambar : Media Indonesia

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *