Rupiah Jatuh ke Rp14.900 di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.900 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat (25/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 10 poin atau 0,07 persen dari Rp14.890 dari posisi Kamis (24/9) sore.

Sebaliknya, mayoritas mata uang negara di Asia justru menguat terhadap dolar AS. Tercatat, baht Thailand menguat 0,25 persen, yuan China menguat 0,25 persen, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen.

Kemudian, peso Filipina menguat 0,25 persen, dolar Singapura menguat 0,09 persen. Hanya dolar Hong Kong yang bergerak stagnan, sedangkan yen Jepang melemah 0,06 persen.

Senada, mayoritas mata uang utama negara maju bergerak menguat terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,08 persen, euro Eropa menguat 0,01 persen, rubel Rusia menguat 0,1 persen, dolar Kanada menguat 0,06 persen. Sementara, franc Swiss terkoreksi 0,01 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan penguatan dolar AS mulai berkurang pagi ini setelah pasar mulai masuk kembali ke bursa saham AS. Hal ini akan membantu nilai tukar regional untuk bangkit, termasuk rupiah.

“Potensi rupiah hari ini di kisaran Rp14.750-Rp14.900 per dolar AS,” ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Ia menjelaskan keputusan Partai Demokrat AS yang akan mengajukan proposal stimulus sebesar US$2,4 triliun menjadi sentimen positif untuk pasar. Untuk itu, pasar kembali ke bursa saham dan dolar AS melemah.

“Ini menjadi berita positif karena banyak ekonom mengatakan pemulihan ekonomi AS akan terganggu bila tidak ada stimulus lagi karena kondisi pandemi corona masih berlangsung,” pungkas Ariston.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Finroll.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *