Pesimisme The Fed dan BI Masih Bayangi IHSG, Tren Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan koreksi pada penutupan pekan, Jumat (18/9).

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut keputusan, baik bank sentral AS, The Fed, maupun Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan mengidikasikan belum ada perbaikan ekonomi dalam waktu dekat.

Diketahui, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan di posisi 4 persen pada September 2020. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility masing-masing tetap di 3,25 persen dan 4,75 persen.

Senada, The Fed juga mempertahankan suku bunga acuannya di level terendah, yakni 0-0,25 persen. The Fed bahkan mengisyaratkan akan mempertahankan suku bunga rendah tersebut hingga setidaknya pada 2023 mendatang.

Sinyal pesimis tersebut, menurut Dennies, menjadi katalis negatif bagi pasar modal hari ini. Selain itu, analisis teknikalnya pun menunjukkan tren serupa.

Ia memproyeksikan indeks saham bergerak di rentang support 4.964 – 5.001 dan resistance 5.087 – 5.136.

“Secara teknikal stochastic bergerak membentuk dead cross pertanda melanjutkan trend pelemahan,” ungkap Dennies seperti dikutip dari riset hariannya.

Sementara, Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat kemungkinan IHSG menguji area support terdekat. Hari ini, ia meramal indeks bergerak di rentang support 4.913 dan resistance 5.168.

Sentimen utama lainnya adalah arus modal keluar yang masih deras keluar. “Capital outflow akan tetap memberikan sentimen terhadap pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” imbuh dia.

Ada pun saham-saham pilihannya, yaitu TLKM, BBCA, UNVR, ASII, LSIP, ACES, dan ERAA.

Di sisi lain, saham-saham utama Wall Street ditutup merah. Indeks Dow Jones turun 0,47 persen ke level 27.901, S&P 500 melemah 0,84 persen ke level 3.357, dan Nasdaq Composite terjun 1,27 persen menjadi 10.910.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *