Tinggi Kasus Corona DKI di Akhir Perpanjangan PSBB Transisi

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi untuk kawasan DKI Jakarta akan segera berakhir. Namun kasus Covid-19 terus meningkat di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan perpanjangan fase pertama PSBB transisi selama dua pekan pada 17-30 Juli 2020.

Perpanjangan itu dilakukan karena mempertimbangkan tiga hal yang menunjukkan bahwa kasus Covid-19 di Jakarta masih perlu diantisipasi. Yaitu, jumlah testing dan rasio positif, kesiapan fasilitas kesehatan, serta angka reproduksi penyebaran virus.

Dari ketiga komponen tersebut, Anies menilai akan amat berisiko apabila Pemprov DKI Jakarta melonggarkan fase pertama PSBB transisi untuk memasuki fase kedua.

Ditambah lagi, saat itu ada sekitar 66 persen kasus positif di Jakarta yang tak memiliki gejala sakit. Ia pun meminta warga tidak menganggap enteng penyebaran virus corona.

Namun perpanjangan PSBB ini belum menunjukkan perubahan yang berarti. Pada 15 Juli lalu, Jakarta Pusat sempat menjadi daerah dengan laju insidensi atau laju penambahan kasus positif tertinggi secara nasional.

Saat itu, Jakarta Pusat menempati urutan ketiga tertinggi setelah Kota Jayapura, Papua dan Kota Semarang, Jawa Tengah. Adapun, kecepatan tingkat infeksi di Jakarta Pusat juga menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya di DKI Jakarta.

Di Jakarta Pusat kecepatan infeksi mencapai 42,9 persen, kemudian Jakarta Utara 11,9 persen, Jakarta Barat 10,5 persen, Jakarta Selatan 9,9 persen, Jakarta Timur 9,8 persen, dan Kepulauan Seribu 4,1 persen. Angka ini merupakan data per 15 Juli.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : CNN Indonesia

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *