AS Mau Beri Stimulus & Dolar Melemah, Harga Minyak Cuan Tipis

Harga minyak mentah hari ini Selasa (28/7/2020) terangkat tipis menyusul sentimen positif seputar stimulus lanjutan serta pelemahan dolar greenback.

Pada 08.20 WIB harga minyak untuk kontrak yang aktif diperdagangkan jenis Brent naik 0,53% ke US$ 43,64/barel dan minyak acuan Amerika Serikat (AS) yakni West Texas Intermediate (WTI) naik 0,36% ke US$ 41,75/barel.

Dua sentimen utama yang membuat harga emas hitam ini naik adalah stimulus dan pelemahan dolar AS.

Kabar terbaru kubu Partai Republik di House of Representatives (salah satu dari dua kamar parlemen di AS) mengajukan proposal paket stimulus baru bernilai US$ 1 triliun untuk menyelamatkan perekonomian AS dari kejatuhan yang lebih dalam.

“Jika kita dapat memasukkan lebih banyak uang ke kantong konsumen, mereka akan membelanjakannya untuk barang dan jasa,” kata Phil Flynn, analis senior pada Price Futures Group di Chicago. “Itu seharusnya mengarah pada lebih banyak permintaan bensin, lebih banyak perjalanan dan lebih banyak belanja.” tambahnya.

Di sisi lain masifnya stimulus yang digelontorkan oleh bank sentral dan juga pemerintah pusat telah membuat dolar AS mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari posisi indeks dolar yang kini berada di level terendah sejak Juni 2018.

Pelemahan dolar AS membuat harga minyak mentah menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Minat beli serta harga emas hitam bisa terkerek naik. Namun sejatinya kenaikan kasus infeksi virus corona global yang masih berlangsung serta ketegangan AS-China jadi ancaman nyata bagi pasar energi.

Data kompilasi John Hopkins University CSSE menunjukkan, hampir 16,4 juta orang di dunia terinfeksi oleh virus ganas tersebut. Lebih dari 651 ribu orang terenggut nyawanya.

Di tengahpandemi yang tak kunjung usai, dua raksasa ekonomi global justru malah terus berseteru. Eskalasi tensi geopolitik terus terjadi di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang tak kunjung mereda.

Konflik terbaru antara kedua belah pihak dipicu oleh AS yang menginstruksikan penutupan konsultan China di Houston pekan lalu tepatnya pada Selasa (21/7/2020). Langkah tersebut diambil pemerintah AS dengan dalih China telah melakukan spionase dan pencurian kekayaan intelektual Negeri Paman Sam.

Mengutip laporan BBC, instruksi tersebut datang setelah beredar video orang tak dikenal terekam sedang membakar sebuah dokumen di konsulat China yang berlokasi di Houston.

Aksi sepihak itu jelas memancing kemarahan China. Dalam sebuah konferensi, juru bicara kementerian China, Wang Wenbin menuding langkah AS yang menutup konsulat China di Houston tersebut dianggap sebagai ‘gado-gado kebohongan anti-China’.

Lebih lanjut, Wenbin juga mengatakan bahwa penyataan Mike Pompeo dipenuhi dengan bias ideologi serta mentalitas perang dingin. Sebagai aksi balasan, China akhirnya menginstruksikan penutupan konsulat AS di Chengdu pada akhir pekan lalu, Jumat (24/7/2020).

Dua faktor tersebut turut membebani prospek perekonomian ke depannya. Pelaku pasar saat ini juga tengah menunggu rilis data perminyakan mingguan AS yang rencananya akan dirilis pada Rabu dan Kamis.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : Tribunnews.com

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *