Curhat Penyerang Persib Putri Rayakan Lebaran di Tengah Pandemi Corona

Penyerang Persib Putri, Siti Nurul Inayah, merasakan kesedihan mendalam pada momen Idul Fitri tahun ini. Pesepak bola yang akrab disapa Uyung itu sedih lantaran tidak bisa berkumpul dan bersilaturahim bersama keluarga besarnya pada Lebaran tahun ini.

Seluruh umat Muslim di Indonesia memang harus merasakan kesan berbeda pada perayaan Lebaran tahun ini. Hal tersebut disebabkan pandemi virus corona yang mewabah di Indonesia.

Guna menekan tingkat penyebaran, Pemerintah Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk merayakan Lebaran di rumah. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas mudik, berkunjung ke rumah saudara, dan menerima tamu.

Uyung mengungkapkan, suasana Lebaran tahun ini dirasa sangat mengharukan. Menurut dia, ini adalah momen Lebaran yang paling tidak dia inginkan karena tidak bisa bersilaturahim secara langsung bersama keluarga besarnya.

“Tahun ini tidak mudik dan tidak ada kunjungan keluarga juga. Perasaannya sedih banget karena tidak bisa kumpul-kumpul sama keluarga. Pokoknya suasana yang tidak diinginkan saat Lebaran kejadian, sedih gitu,” kata Uyung.

Uyung berharap wabah virus corona segera berakhir agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupannya secara normal sehingga masyarakat tidak lagi kehilangan momen-momen penting seperti merayakan Lebaran bersama keluarga besar.

“Harapan dengan situasi seperti ini, satu saja sih harapannya corona cepet selesai di dunia,” kata Uyung.

Meski merasa sedih, Uyung tetap bersyukur karena dia masih bisa diberi kesempatan untuk menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadhan dan merayakan Lebaran.

Selain itu, dia juga bersyukur karena masih bisa menikmati makanan khas Lebaran, seperti opor ayam dan rendang. Kendati demikian, Uyung mengaku dirinya tetap mengontrol asupan makanan ke tubuhnya, mengingat dia tetap diwajibkan untuk menjaga fisiknya tetap ideal.

“Makanan khas Lebaran yang paling disukai sih rendang sama ketupat, pakai kuah kari. Kalau Uyung sih cara ngontrolnya jangan terlalu banyak makan yang pakai santan,” ujar Uyung.

“Itu pun saya hanya sekali makan ketupat yang pakai santan. Makan siang dan makan malamnya gak pakai yang bersantan lagi,” tutur dia.

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : kompas.com

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *