Cerita Soleh Solihun Ikuti Prosedur Pasien Covid-19 hingga Diisolasi karena Sakit Demam Berdarah

Komika sekaligus aktor Soleh Solihun sempat sakit demam berdarah pada April 2020 kemarin. Soleh Solihun akhirnya memutuskan untuk ke dokter guna menjalani pemeriksaan terkait sakitnya.

Tiba di rumah sakit, Soleh Solihun harus menjalani prosedur pemeriksaan pasien Covid-19 hingga ditemukan flek di paru-parunya dan menjalani isolasi. Berikut pernyataan Soleh Solihun terkait prosedur yang harus dilaluinya seperti dirangkum Kompas.com berikut.

1. Ikuti rapid test dan rontgen paru-paru

Soleh Solihun mengaku sempat menjalani rapid test serta rontgen paru-paru sebelum dia diopname selama beberapa hari di rumah sakit. Kata Soleh, prosedur semacam itu memang harus dijalani melihat situasi pandemi corona atau Covid-19.

Ditambah lagi, rumah sakit yang didatanginya bukan rumah sakit rujukan Covid-19. Oleh karenanya, pemeriksaan diperlukan untuk mencegah adanya penularan virus corona.

“Di rumah sakit tempat saya dirawat itu kalau mau opname harus ada rapid test dulu. Setelah rapid test lolos harus di rontgen paru-paru. Kalau rapid test negatif dan paru-paru tidak ditemukan infeksi maka si pasien boleh di opname di RS itu, karena dia bukan rumah sakit rujukan,” kata Soleh Solihun saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

“Jadi prosedur seperti itu, hanya menerima pasien opname lolos rapid test sama tidak ditemukan infeksi paru-parunya,” ucap pemain film Mau Jadi Apa? itu menambahkan.

2. Ditemukan flek di paru-paru

Selain menjalani rapid test, tahap lain yang mesti dijalani Soleh Solihun adalah rontgen paru-paru.

Saat menjalani rontgen paru-paru, ditemukan flek. Khawatir akan kondisi memburuk, pihak dokter akhirnya memeriksa lebih lanjut flek tersebut karena khawatir ada hubungannya dengan virus corona.

Soleh Solihun mengatakan, flek tersebut sejatinya sudah ada lantaran dia merupakan perokok pasif.

“Saya enggak tahu sebelumnya saya ada flek di paru-paru, sebelum sakit demam berdarah. Kan saya medical cek up, ada banyak flek gitu, kata dokter harus diperiksa nih kayaknya perlu diobatin karena saya perokok pasif. Intinya, paru-paru saya sudah ada flek sebelum demam berdarah,” tutur Soleh Solihun.

3. Jalani isolasi

Karena ditemukan flek di dalam paru-parunya, dokter menganjurkan Soleh Solihun untuk diisolasi. Belum lagi, Soleh berujar, saat itu dokter mengungkapkan banyak pasien yang dikira demam berdarah ternyata positif corona.

“Hari keempat di-rontgen katanya paru-parunya nambah fleknya, terus ini harus isolasi karena banyak yang dari demam berdarah terus ternyata Covid, itu kata dokternya.

Banyak katanya diagnosa pertama demam berdarah, tahu-tahunya Covid,” tutur Soleh Solihun. Selama diisolasi, Soleh Solihun mengaku bahwa dia mendapatkan obat-obatan hingga kondisi kesehatannya perlahan membaik.

Bahkan, Soleh Solihun juga menjalani dua kali tes swab. Beruntung, hasilnya negatif Covid-19. “Oh iya waktu di isolasi kan karena paru-paru saya bermasalah, ada flek, saya dikasih antibiotik.

Selain buat naikin trombosit pokoknya standarlah infusnya ada dua jalur, pokoknya ada vitamin antibiotik, sama dikasih obat minum,” ucap Soleh Solihun.

 

 

Sumber : kompas.com
Gambar : kompas.com

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *