Tokoh Afghanistan Gelar Pelantikan Presiden Tandingan

Dua tokoh Afghanistan sama-sama mendeklarasikan sebagai pemenang pemilihan umum presiden. Keduanya juga sama-sama menggelar pelantikan presiden.

Komisi Elektoral Afghanistan mengumumkan hasil pilpres, dan menyatakan petahana Ashraf Ghani sebagai pemenang. Namun rival Ghani, Abdullah Abdullah, menuduh hasil pilpres Afghanistan tidak sah.

Ghani dan Abdullah sama-sama memegang jabatan dalam pemerintahan terdahulu di Afghanistan. Pelantikan ‘dua presiden’ ini terjadi saat Afghanistan hendak memulai dialog damai dengan kelompok Taliban.

Sejumlah pakar memperingatkan bahwa rivalitas politik semacam ini dapat “berdampak buruk bagi posisi pemerintah dalam dialog intra-Afghanistan.” Dialog tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa 10 Maret 2020.

“Persatuan adalah satu-satunya jalan jika mereka (Afghanistan) ingin menang dalam meja negosiasi,” kata analis politik Atta Noori kepada kantor berita BBC.

Suara ledakan sempat terdengar dalam pelantikan Ghani dan Abdullah, namun tidak ada korban jiwa maupun luka. Menjadi presiden sejak 2014, Ghani menggelar pelantikan di Istana Kepresidenan di Kabul

Pelantikan Ghani dihadiri berbagai tokoh, yakni Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, Komandan NATO Jenderal Scott Millter, dan sejumlah duta besar Uni Eropa, Kanada, Australia, Denmark, Jerman, dan Norwegia.

Sementara Abdullah menggelar pelantikan tandingan di Istana Sapedar, yang selama ini digunakannya sebagai kantor Kepala Eksekutif Afghanistan. Pelantikan digelar meski timnya berencana membatalkannya usai Khalilzad melakukan intervensi.

“Mustahil ada dua presiden dalam satu negara,” ucap seorang warga Afghanistan kepada AFP. “Daripada membuat pelantikan tandingan, keduanya lebih baik berdialog untuk mencari solusi,” sambungnya.

AS dan Taliban telah menandatangani perjanjian damai di Doha pada 29 Februari. Perjanjian damai ini membukakan jalan menuju dialog damai antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban. Selama ini, Taliban selalu menolak untuk berdialog langsung dengan Afghanistan.

 

 

 

 

 

Sumber : medcom.id
Gambar : Mysuru Today

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *