Ada Harapan AS-Iran Rujuk, Harga Minyak Terpuruk

Harga minyak dunia turun cukup dalam di perdagangan pagi ini. Harga si emas hitam dalam tren turun sejak awal pekan.

Pada Kamis (12/9/2019) pukul 06:56 WIB, harga minyak jenis brent anjlok 2,13%. Sementara jenis light sweet ambrol 1,84%.

Seperti kemarin, harga minyak amblas karena perkembangan di Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton karena dipandang sudah tidak sejalan.

Bolton adalah sosok yang kontroversial bahkan cenderung ekstrem. Atas masukan dari Bolton, Trump menerapkan ‘diplomasi main kayu’ terhadap Korea Utara, Iran, sampai Rusia.

Kini Bolton sudah tidak lagi di ring-1 untuk memberikan nasihat kepada Trump. Oleh karena itu, ada kemungkinan Trump juga bakal melunak, mengendurkan tekanan terhadap negara-negara seperti Iran atau Korea Utara.

Iran, itu dia kuncinya. Ada harapan selepas Bolton pergi Trump akan melunak kepada Iran. Sebagai informasi, Bolton menentang keras rencana pertemuan Trump dengan para pemimpin di Teheran.

Kini dengan ketiadaan Bolton, dialog Washington-Teheran bukan sesuatu yang mustahil. Jika benar-benar sampai ada pertemuan dan hasilnya positif, maka bukan tidak mungkin AS akan mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran.

Salah satu sanksi yang dikenakan AS adalah larangan bagi siapa saja untuk membeli minyak dari Iran. Apabila larangan itu dihapus, maka minyak dari Iran akan kembali masuk ke pasar dunia sehingga pasokan akan melimpah.

“Pasar bereaksi begitu dramatis terhadap kemungkinan akan dibukanya kemungkinan dialog AS-Iran. Kita tahu dampaknya sangat besar ketika Trump tahun lalu memberikan keringanan kepada delapan negara untuk membeli minyak Iran,” kata Phil Flynn, Analis di Price Futures Group, seperti dikutip dari Reuters.

Akan tetapi, potensi membludaknya pasokan kemudian malah membuat harga minyak turun. Bukan sekadar turun, tetapi bisa dibilang anjlok.

Sebab, pasokan minyak dari Iran memang besar dan bisa mempengaruhi pasar. Tahun lalu, produksi minyak di Negeri Persia adalah 4,47 juta barel/hari atau sekitar 4% dari total produksi dunia.

 

 

 

 

Sumber : cnbcindonesia.com
Gambar : inilahkoran

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *