Aktivis Hong Kong Bela Demonstran Serbu Gedung Parlemen

Aktivis Hong Kong, Joshua Wong, membela sikap para pengunjuk rasa yang menyerbu gedung parlemen dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak Senin (1/7) pagi hingga Selasa (2/7) dini hari waktu setempat. Menurut dia para demonstran tidak berniat merusuh atau melukai aparat, tetapi hanya mencoba supaya aspirasi mereka didengar.

“Para pengunjuk rasa yang menerobos gedung Dewan Legislatif bukan perusuh. Mereka tidak melakukan kekerasan. Mereka tidak bertujuan melukai orang lain. Mereka ingin rezim mendengarkan suara warga Hong Kong, dan mereka tidak punya pilihan lain. Kami sudah mencoba segala macam cara,” cuit Joshua melalui akun Twitter, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (3/7).

Joshua menyatakan saat para pengunjuk rasa menerobos gedung parlemen, mereka sudah memahami akan konsekuensi hukum yang akan diterima. Mereka bisa dituntut dan dipenjara karena dianggap menyulut kerusuhan dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.

Menurut Joshua, para pengunjuk rasa itu hanya merusak lambang-lambang pemerintah Hong Kong. Sedangkan sejumlah barang antik sampai koleksi buku di perpustakaan tetap dijaga.

“Bahkan saat berhasil masuk, para demonstran tetap disiplin. Mereka tetap membayar saat mengambil minuman di lokasi jajanan, dan meninggalkan uang di tempat yang disediakan. Mereka menjaga perpustakaan untuk menjaga dokumen bersejarah. Mereka tidak lupa menjaga sikap barang satu detik pun,” ujar Joshua.

Setelah kejadian kemarin, dilaporkan sikap para aktivis pro demokrasi di Hong Kong agak terbelah. Sebagian tidak sepakat dengan aksi menyerbu gedung parlemen dan membuat kerusakan. Sedangkan pihak lainnya mendukung langkah itu karena merasa suara mereka tidak didengar pemerintah setempat.

Hal itu juga disinggung oleh Joshua. Menurut dia sampai pada tahap tertentu para aktivis harus mengambil keputusan cepat untuk berusaha mengubah keadaan.

“Warga Hong Kong tetap bersatu sebagaimana adanya. Saya bangga atas apa yang saya lakukan kemarin malam. Untuk pertama kalinya saya juga terkena gas air mata. Terus bergerak, kita akan lanjutkan perjuangan dan menemukan tujuan bersama,” ujar Joshua.

Joshua dilaporkan sudah tiga kali keluar masuk penjara Hong Kong karena beragam tuduhan. Dia baru dibebaskan sekitar dua pekan lalu.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengecam tindakan para pengunjuk rasa yang dianggap melakukan kekerasan dan tidak punya arah. Dia juga menyatakan supaya negara lain tidak perlu ikut campur dalam persoalan Hong Kong.

“Jangan campuri urusan dalam negeri Hong Kong. Jangan mendukung kekerasan dan kejahatan dalam bentuk apapun. Jangan menyampaikan tanda-tanda yang keliru. Jangan mengambil tindakan keliru,” kata Geng.

Aksi demonstrasi memperingati 22 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada China berakhir rusuh, karena massa pengunjuk rasa menyerbu kompleks gedung pemerintahan.

Pemimpin administratif Hong Kong, Carrie Lam, dalam jumpa pers pagi hari waktu setempat menyatakan mengutuk aksi para pengunjuk rasa. Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Kepala Kepolisian Hong Kong, Stephen Lo.

“Demonstrasi itu sudah penuh kekerasan. Perbuatan mereka mengejutkan dan mengecewakan,” kata Lam.

“Aksi kekerasan yang dilakukan para demonstran sudah jauh dari batas-batas menyampaikan pendapat secara damai,” kata Stephen.

 

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar : Merdeka

 

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

 

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *