IHSG Berpeluang Bangkit Ditopang Surplus Neraca Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berbalik arah menguat pada Selasa (25/6). Data neraca perdagangan Indonesia periode Mei 2019 yang tercatat surplus akan membangkitkan pergerakan pasar saham.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan transaksi beli pelaku pasar akan meramaikan perdagangan hari ini. Pasalnya, optimisme mereka terhadap pasar modal dalam negeri kembali setelah sempat melakukan transaksi jual pada perdagangan sebelumnya.

“Data neraca perdagangan bulan Mei 2019 tercatat cukup positif dan diperkirakan mendorong optimisme pelaku pasar,” ungkap Dennies dalam risetnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca dagang Indonesia bulan lalu surplus sebesar US$207,6 juta. Capaian itu berbanding terbalik dengan posisi April 2019 yang tercatat defisit mencapai US$2,29 miliar.

Positifnya neraca dagang dalam negeri pada Mei 2019 ditopang oleh penurunan impor sebesar 5,62 persen menjadi US$14,53 miliar. Sementara, ekspor naik 12,42 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi US$14,74 miliar.

Selain karena sentimen neraca perdagangan Indonesia, Dennies menilai secara teknikal IHSG juga berpeluang untuk menguat. Pasalnya, pelemahan indeks sudah semakin terbatas beberapa hari terakhir.

“Secara teknikal pergerakan IHSG diperkirakan bangkit melihat rentang pelemahan jangka pendek sudah sangat terbatas,” jelas dia.

Dennies meramalkan IHSG berada dalam rentang support 6.255-6.272 dan resistance 6.313-6.337. Sejumlah saham yang patut dicermati, katanya, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sebaliknya, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi melihat IHSG masih akan berada di teritori negatif. Dari kacamata teknikal, ia memprediksi indeks kembali melemah tipis seperti Senin (24/6) kemarin.

“Kami proyeksikan IHSG akan bergerak cenderung melanjutkan pelemahan terbatasnya dengan support resistance 6.210-6.307,” katanya melalui riset.

Informasi saja, IHSG kemarin terkoreksi 0,42 persen atau 26,97 poin ke level 6.288. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih atau net sell di all market sebesar Rp101,55 miliar.

Hal yang sama terjadi di bursa saham Wall Street, di mana mayoritas indeksnya tampak melemah tadi malam. Contohnya, S&P500 turun 0,17 persen, Nasdaq Composite 0,32 persen, dan NYSE Composite 0,21 persen.

 

 

 

 

Sumber : cnnindonesia.com
Gambar :Okezone Ekonomi

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *