Pelemahan Rupiah Seret IHSG ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (10/12) ini. Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah pemicunya.

Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah dalam satu pekan terakhir tercatat melemah sebesar 1,7 persen. Bila sebelumnya rupiah sempat berada di area Rp14.200 per dolar AS, kini rupiah semakin melemah di area Rp14.400 per dolar AS.

“IHSG diprediksi melemah, support 6.085-6.105 resistance 6.143-6.161,” papar Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan seperti dikutip dari risetnya, Minggu (9/12).

Selain itu, Dennies mengatakan IHSG pada perdagangan hari ini akan mengalami tekanan dari faktor teknikal. Pergerakan IHSG sudah menyentuh area jenuh beli (overbought) diperkirakan akan membebani pergerakan indeks.

“Ada potensi pelemahan dalam jangka pendek,” jelas Dennies.

Tapi, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatannya di awal pekan ini. Rilis data cadangan devisa (cadev) November 2018 yang meningkat US$2 miliar akan menopang pergerakan IHSG.

“Ditambah jelang rilis data perekonomian tentang penjualan ritel yang diperkirakan meningkat turut mendorong pergerakan IHSG,” ungkap William dalam risetnya.

Melihat berbagai sentimen positif ini, William memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.955 dan resistance 6.226. Ia merekomendasikan sejumlah saham berbasis barang konsumsi, seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Informasi saja, IHSG sepanjang pekan lalu menguat 1,16 persen ke level 6.126 dari pekan sebelumnya di level 6.056. Sementara, khusus Jumat (7/12) IHSG menguat tipis 0,18 persen.

Berbanding terbalik dengan pasar saham Indonesia, bursa saham Wall Street justru melemah pada akhir pekan lalu. Tercatat, Dow Jones terkoreksi sebesar 2,24 persen, S&P500 terkoreksi sebesar 2,33 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi sebesar 3,05 persen.

 

 

 

Sumber :  Cnnindonesia.com
Gambar : Warta Ekonomi

 

 

 

[social_warfare buttons=”Facebook,Pinterest,LinkedIn,Twitter,Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *