Tingkatkan Pertahanan, Taiwan Siagakan 29 Unit Helikopter Apache

Militer Taiwan telah menyiagakan dua skuadron helikopter serang Apache AH-64E buatan AS, menyusul ketegangan yang terus meningkat dengan China.

Sebanyak 15 unit helikopter yang dijuluki “Penghancur Tank” tersebut mulai ditugaskan pada Selasa (17/7/2018) dan akan bergabung dengan kelompok pertama, berisi 14 unit AH-64E, yang ditempatkan di Pangkalan Udara Longtan di Taoyuan, Taiwan utara.

“Pengerahan helikopter Apache ini menjadi tonggak penting dalam memenuhi strategi pencegahan berlapis pulau untuk menghadapi invasi,” kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, dilansir SCMP.

Hubungan lintas selat antara Taiwan dengan China memburuk sejak Tsai menempati jabatan presiden pada 2016.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari mereka meski memiliki pemerintahan yang berdiri sendiri. Namun Presiden Tsai menegaskan penolakan atas prinsip Satu China yang diserukan Beijing.

Pemerintahan Taiwan yang semakin terdesak dengan sejumlah negara yang memutuskan hubungan diplomatiknya.

Namun Washington memberikan dukungannya kepada Taipei dan prihatin dengan ekspansi militer Beijing di Laut China Selatan.

Taiwan membeli 30 unit helikopter serbu Apache dari AS senilai 60 miliar dolar Taiwan (sekitar Rp 28,2 triliun) pada 2008, saat pemerintahan presiden Ma Ying-jeou.

Pengiriman helikopter selesai pada Oktober 2014, namun satu unit jatuh saat latihan penerbangan yang digelar militer Taiwan pada April 2014.

Sebanyak 29 unit helikopter Apache yang tersisa menjadi Bigade 601.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, skuadron pertama yang terdiri dari 14 helikopter mulai ditugaskan pada Juni tahun lalu.

Militer Taiwan membutuhkan waktu hampir lima tahun untuk melatih personel serta menyelesaikan infrastruktur yang dibutuhkan agar brigade dapat beroperasi secara penuh.

Sumber militer Taiwan mengatakan kepada SCMP, bahwa AS telah mengirimkan pejabat militer dari Hawaii untuk turut memantau proses pengarahan helikopter.

“Dengan menempatkan dua skuadron di Longtan, militer mengharapkan brigade ini dapat menghalau upaya musuh dalam melakukan serangan ke Taiwan dari pantai utara,” kata sumber.

Helikopter AH-64E tersebut dilengkapi dengan radar akuisisi target yang kuat dan mampu beroperasi 360 derajat dan menjangkau hingga jarak 8 kilometer.

Helikopter Apache tersebut juga memiliki kemampuan melacak hingga 128 target secara bersamaan, dipersenjatai 16 rudal Hellfire yang dapat dikerahkan dalam waktu kurang dari 30 detik.

 

 

 

 

 

Sumber Berita : tribunnews.com
Sumber foto : Kompas Internasional

[social_warfare buttons = “Facebook, Pinterest, LinkedIn, Twitter, Total”]

BAGIKAN BERITA INI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *