PENGENALAN TEKNIKAL

Dasar Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah hal yang dipelajari oleh trader atau calon trader untuk mempelajari pergerakan harga. Semakin seseorang menguasai analisis teknikal maka ia akan semakin dekat dengan kebenaran dalam memperkirakan arah pergerakan harga. Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu memiliki dasar analisis teknikal yang kuat.
Pernahkah Anda memperhatikan ada kemiripan bunyi antara forex dengan forest? Nah, sekarang bayangkan bahwa pasar forex itu adalah hutan rimba yang ingin Anda jelajahi. Lalu sekarang, pikirkan apa saja yang harus Anda miliki sebelum menjelajahi hutan rimba itu. Mungkin Anda perlu berpikir untuk mempersiapkan peta dan kompas, juga mungkin senjata untuk menghadapi kemungkinan serangan binatang buas. Jangan lupakan juga senter untuk membantu Anda melihat dalam kegelapan.
Dalam trading, analisis teknikal bisa kita analogikan dengan peralatan yang perlu Anda persiapkan sebelum menjelajahi hutan. Kabar buruknya, pasar itu pada dasarnya sama sekali tidak bisa ditebak karena besarnya volume dan banyaknya peserta pasar. Kabar baiknya, para trader handal terdahulu telah menemukan bahwa analisi teknikal bisa membantu kita untuk memperkirakan pergerakan harga. Memang mungkin tidak akan 100% akurat, namun paling tidak bisa mendekati 100%.

Ada tiga hal yang mendasari analisis teknikal. Tiga dasar tersebut adalah:

1. Market action discounts everything.
Salah satu keuntungan dalam menggunakan analisis teknikal adalah bahwa pergerakan harga (price action) cenderung mencerminkan informasi yang beredar di pasar. Apakah itu rumor atau sentimen. Dengan demikian, maka hal yang kita butuhkan untuk mengambil keputusan adalah pergerakan harga itu sendiri. Jadi kita tidak perlu dipusingkan oleh berita atau rumor, misalnya, mengenai si Anu mau melakukan ini atau itu. Cukup perhatikan price action-nya. Tenang tenang nanti akan kita pelajari

2. Prices move in trend.
Harga bergerak dalam tren, begitu katanya. Jadi, bukan cuma fesyen saja yang ada tren-nya. Pergerakan harga juga punya, lho! Maksudnya adalah bahwa pergerakan harga cenderung bergerak dalam arah (trend) tertentu sampai suatu saat tren tersebut akan berakhir. Arahnya bisa naik, turun, atau datar-datar saja. Dengan mengetahui tren pasar, maka kita akan bisa mengambil keputusan yang tepat

3. History repeats itself.
Sejarah selalu berulang. Para technician (sebutan untuk trader berhaluan analisis teknikal) menemukan bahwa pergerakan harga cenderung membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini pun memiliki kecenderungan berulang dari masa ke masa. Dengan demikian, berulangnya pola-pola tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya berdasarkan sejarah yang tercatat ketika pola-pola yang sama muncul di masa lalu.

Analisis teknikal bisa jadi sangat subyektif. Dua orang analis yang mencermati chart yang sama bisa saja memiliki pandangan yang berbeda. Ini bisa terjadi karena keduanya memiliki style yang berbeda. Subyektivitas ini sedikit-banyak bisa diantisipasi dengan dasar analisis teknikal yang mantap. Hal yang penting saat ini adalah Anda memahami prinsip dasar analisis teknikal dulu, sehingga nanti akan lebih mudah memahami analisis teknikal yang lebih kompleks seperti analisis teknikal berdasarkan teori Fibonacci atau John Bollinger.

Membaca Chart

Introduction to Technical Analysis

Basic Technical Analysis

Technical analysis should be learned by the trader or prospective traders to learn price movements. The more a person mastering technical analysis, then he will get closer to the truth in estimating the direction of price movement. Therefore, we must first have a strong basic of technical analysis. Have you noticed there is a similarity between the sound of 'forex' with 'forest'? Well, now imagine that the forex market is a jungle that you want to explore. And now, think about what must have been prepared before exploring the jungle. Maybe you need to think to prepare a map and compass, also possible weapon against a possible attack by wild animals. Do not forget a flashlight to help you see in the dark. In trading, technical analysis may be analogically related to the equipment you need to prepare before exploring the forest. The bad news is, the market was basically totally unpredictable due to the large volume and the number of market participants. The good news is, earlier traders had found that technical analysis can help us to predict price movements. It may not be 100% accurate, but at least is close to 100%.

There are three basic things regarding technical analysis.

  1. Market action Discounts everything. One of the advantages in using technical analysis is that the movement of price (price action) is likely to reflect the information circulating on the market. Is it a rumor or sentiment. Thus, the things we need to take decisions is price movement itself. So we do not need to be troubled by news or rumors, for example, regarding John Doe want to do this or that. Just look for the price action of his. Quiet ... quiet ... we will later learn
  2. Prices move in trends. Prices move in trends. So, not only are there fashion trends. The price movement has it as well. The point is that the price movement tends to move in the direction (trend) until a certain moment the trend will end. Its direction can be raised, lowered, or flat course. By knowing the market trends, then we will be able to take the right decision
  3. History repeats itself. History always repeats itself. The technician (the term for trader of technical analysis) found that price movements tend to form certain patterns. These patterns also have a tendency to recur from time to time. Thus, the recurrence of these patterns can be used to predict which direction the next price movement based on the "history" is recorded when the same patterns emerge in the past.

Technical analysis can be very subjective. Two analysts who look at the same chart might have a different view. This may occur due to both have different styles. This subjectivity can be anticipated with a solid base of technical analysis. The important thing now is that you understand the basic principles of technical analysis before, so it will be easier to understand the technical analysis is more complex, such as technical analysis based on the theory of Fibonacci or John Bollinger.

技术

技术分析的

技术分析是交易者或潜在投资者学的为了研究价格的变动。一个人越是掌握技术分析,他越发胜任评估价格变动的方 向 。 因 此 , 我 们 首 先 要 有 稳 定 的 技 术 分 析 基 础 。 你已经注意到,与“林”“外汇”的声音之间的相似性?好了,现在假设外汇市场是希望探索丛林。而现在,想想就必须探 索丛林面前。也许你需要考虑准备了地图和指南针,也是对野生动物可能的攻击可能的武器。不要忘了一个手电筒, 以 帮 助 你 在 黑 暗 中 看 到 的 。 在交易中,技术分析我们可以类比的装备则需要探索森林前的准备。坏消息,市场基本上是完全不可预测的,由于体 积大,市场参与者的数量。好消息,交易商可靠的早期就发现,技术分析可以帮助我们预测价格走势。它可能不是 100%准确,但至少是接近 100%。

有三件事情背后的技术分析。三个基本是

  1. 市场行动折扣一切。 其中一个优势利用技术分析是价格(价格行为)的运动可能反映的信息在市场上流通。它是一个谣言或情绪。因此, 我们需要作出决定的事情是价格运动本身。所以我们并不需要通过新闻或谣言的困扰,例如,对于李四要干这干那。 只要看看他的价格行为。安静... ...幽我们将在后面学习
  2. 价格在趋势移动。 价格在趋势中移动。所以,不仅有流行趋势。价格波动也,你懂的!的一点是,在价格运动趋向于在方向(趋势)移 动,直到某一时刻的趋势将结束。其方向可以升高,降低,或平场。通过了解市场的发展趋势,那么我们将能够采取 正确的决定
  3. 历史会重演。 历史总是在重演。该 技术人员 (术语为交易者误码技术分析的“船头”)发现,价格走势往往会形成一定的模式。这些 模式也有复发不时的倾向。因此,这些图案的复发可用于预测哪个方向基于“历史”的下一个价格运动时相同的模式, 在过去出现记录。

Dalam dunia trading, ketika orang membicarakan analisis teknikal maka yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah grafik (chart). Para technician biasanya memang menggunakan grafik karena memang merupakan cara yang paling mudah untuk memvisualkan data pergerakan harga dari masa ke masa. Kita bisa mencermati grafik untuk membantu kita dalam menentukan tren dan menemukan pola-pola yang berpotensi mengantarkan kita dalam meraih peluang yang luar biasa.
Ada tiga jenis chart dalam teknikal analisis, yang akan kita urai satu per satu.

1. Line chart
Line chart adalah grafik yang paling sederhana yang digambarkan sebagai garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Misalnya: dalam beberapa hari berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 200, 150, 250 maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus. Dengan grafik ini kita bisa melihat pergerakan harga secara umum dalam satu periode waktu tertentu.

Contohnya adalah seperti ini:
images/teknikal1.jpg

2. Bar chart

Bar chart sedikit lebih rumit daripada line chart. Chart jenis ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu. Karena memiliki informasi tersebut, chart ini juga disebut dengan OHLC chart (Open-Hihg-Low-Close). Berikut ini adalah bentuk dasar dari bar chart:
images/teknikal2.jpg
Ujung bawah dari chart ini adalah harga terendah yang pernah diperdagangkan dalam periode waktu tertentu, sedangkan ujung atasnya adalah harga tertingginya. Garis vertikalnya mewakili range (rentang) harga dalam periode waktu tersebut. Garis horizontal kecil yang berada di sebelah kanan adalah harga pembukaan sedangkan yang berada di sebelah kiri merupakan harga penutupannya. Pada contoh di atas, hara pembukaan berada lebih rendah daripada harga penutupan. Namun harga pembukaan bisa saja berada lebih tinggi daripada harga penutupan.
Contoh bar chart di grafik adalah sebagai berikut:
images/teknikal3.jpg
Secara sederhana bisa kita katakan bahwa satu bar merupakan satu periode waktu, entah itu satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, atau bahkan satu menit. Tergantung pada kerangka waktu berapa lama kita plot chart tersebut.


3. Candlestick chart

Dinamakan candlestick karena memang bentuknya mirip dengan lilin. Nama lengkapnya adalah Japanese canclestick chart, karena konon ia berasal dari negeri Sakura. Chart jenis ini menyediakan informasi yang sama persis dengan bar chart, hanya saja postur tubuhnya lebih seksi.

images/teknikal4.jpg
Biasanya, body dari candlestick chart ini berwarna putih dan hitam. Jika body-nya berwarna putih maka harga open-nya berada di bawah, sebaliknya jika body berwarna hitam maka harga open berada di atas. Jadi, body itu sendiri menggambarkan jarak antara harga pembukaan dengan penutupan dalam satu periode waktu tertentu.
Candlestick yang harga open di bawah harga close biasa disebut dengan bull candle. Dalam analisis teknikal, istilah bullish digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga yang naik. Untuk menggambarkan pergerakan harga yang turun, digunakan istilah bearish, sehingga candlestick yang memiliki harga open di atas harga close disebut bear candle. Gunakan saja jembatan keledai ini agar lebih gampang mengingatnya: BULL = naik, BEAR = turun.
Tapi jika Anda menganggap warna hitam dan putih ini kurang stylish, Anda bisa menggantinya dengan warna yang Anda sukai. Kombinasi warna lain yang sering digunakan misalnya adalah merah untuk bear candle dan biru untuk bull candle. Ingat, Anda akan banyak menghabiskan waktu mengamati chart, sehingga warna yang menarik bagi Anda akan membantu menghilangkan kejenuhan. J Yang penting, Anda tahu bagaimana caa membedakan antara bull candle dengan bear candle.
Coba lihat contoh candlestick berikut ini:
images/teknikal5.jpg

Bagaimana, lebih menarik bukan? Atau Anda punya pilihan warna lain? Silakan ekspresikan warna Anda. Banyak trader lebih suka menggunakan chart jenis ini karena lebih membantu secara visual untuk mengenali harga open, close, high dan low daripada bar chart.
Di bawah ini adalah contoh tampilan grafik pergerakan harga menggunakan candlestick chart:
images/teknikal6.jpg

Support dan Resistance

Sekarang kita akan melangkah lebih dalam lagi ke hutan yang akan kita jelajahi. Kita akan mencoba untuk memahami dan mengenali apa itu support dan resistance.
Mungkin Anda masih ingat konsep supply and demand (penawaran dan permintaan)? Ketika permintaan (demand) naik dan penawaran (supply) turun, maka harga akan naik. Sebaliknya jika penawaran (supply) naik dan permintaan (demand) turun, harga akan turun. Begitulah kata guru ekonomi semasa SMP dulu.
Nah, pada kenyataannya, harga mata uang di pasar selalu bergerak naik dan turun. Hal ini juga dipengaruhi oleh supply dan demand atas mata uang tersebut. Kemudian, ada suatu waktu di pasar di mana harga berhenti bergerak naik atau berhenti bergerak turun. Ini tentu karena demand atau supply-nya sudah tidak cukup besar untuk menyebabkan harga naik atau turun.
Dalam analisis teknikal, kita bisa mengantisipasi kapan kira-kira supply atau demand semakin besar. Caranya adalah dengan mengenali level support dan resistance itu tadi.
Support merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut DEMAND cukup besar untuk menahan turunnya harga. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi. Bahasa praktisnya, support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish.
Sedangkan resistance merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut SUPPLY cukup besar untuk menghentikan naiknya harga. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak naik dan kemungkinan besar akan turun lagi. Bahasa praktisnya, resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish.
Sekarang mari kita lihat gambar berikut ini:
images/teknikal7.jpg
Contoh di atas memperlihatkan garis zig-zag membentuk grafik yang bergerak ke atas. Ketika harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang dicapai sebelum turun lagi itulah yang disebut dengan resistance.
Ketika harga bergerak naik lagi, maka titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik lagi itu kita sebut sebagai support. Seperti itulah kita menentukan level support dan resistance seiring dengan pergerakan harga yang naik turun sepanjang waktu.
Perlu diketahui juga bahwa level support dan resistance tidak harus merupakan level yang pasti. Artinya, wajar jika beberapa trader berselisih beberapa angka ketika menentukan support dan resistance. Yang penting, support dan resistance tersebut berada di kisaran angka yang tidak terlalu jauh jaraknya.
Resistance menjadi support, support menjadi resistance
Jangan bingung. Memang demikian adanya. Begini ceritanya.
Meskipun di awal pembahasan support dan resistance ini dikatakan bahwa level-level tersebut mampu menahan laju pergerakan harga, namun tidak berarti bahwa level-level tersebut akan abadi selamanya. Suatu support tak akan lagi mampu menahan pergerakan turun jika ternyata pada saat itu demand sudah tak lagi cukup besar. Kebalikannya, hal yang sama juga akan terjadi pada resistance, di mana supply tak lagi cukup besar untuk menahan pergerakan naik.
Bayangkan Anda berdiri di salam suatu ruangan. Ada lantai dan langit-langit. Langit-langit ruangan kita analogikan sebagai resistance, sedangkan lantai kita analogikan sebagai support. Di tangan Anda ada sebuah bola golf. Anda melemparkan bola golf itu ke atas hingga menyentuh langit-langit. Jika lemparan Anda tidak cukup kuat, maka bola golf itu akan memantul lagi ke bawah. Tapi jika lemparan Anda cukup kuat, maka langit-langit tersebut akan jebol. Begitulah kira-kira.
images/teknikal8.jpg
Jadi, ketika resistance jebol maka harga akan terus bergerak naik. Resistance yang tadinya berada DI ATAS harga, sekarang posisinya sudah berada DI BAWAH harga. Pada saat itulah ia berubah menjadi support.
Demikian juga dengan support. Ketika support jebol (break) maka harga akan terus bergerak turun. Support yang tadinya berada DI BAWAH harga, sekarang posisinya sudah berada DI ATAS harga. Pada saat itulah, ia menjelma menjadi resistance.

Trend Line

Trend line merupakan tool yang sangat lazim digunakan dalam analisis teknikal. Bahkan perannya sangat penting, karena strategi trading yang paling baik itu adalah trading yang mengikuti tren pergerakan harga. Jika kita bisa menggambar trend line dengan tepat, maka garis tersebut bisa sama akuratnya dengan metode trading yang lain. Maka persiapkan diri Anda untuk lebih mengenali garis sederhana yangdisebut trend line ini, yang sayangnya banyak sekali diabaikan oleh para trader. Banyak sekali trader yang masih salah dalam menggambar trend line, padahal garis yang sederhana ini adalah inti analisis teknikal bersama support dan resistance.

OK, sebelum melangkah lebih jauh, kita akan bahas jenis-jenis tren dulu. Pada dasarnya hanya ada tiga tren: naik (uptrend), turun (downtrend) dan datar (sideways). Kita akan bahas satu per satu.

1. Tren naik (uptrend)
Sederhana saja: tren naik (uptrend) adalah keadaan ketika harga sedang bergerak naik. Tapi tetap ada prasyarat untuk menentukan bahwa pasar berada dalam uptrend. Coba perhatikan gambar berikut.

images/teknikal9.jpg
Keterangan gambar: P = Peak, T = Trough, HP = Higher Peak, HT = Higher Trough
Prasyarat uptrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin tinggi dan TROUGH (lembah) yang juga semakin tinggi. Karena ada kata sederetan, maka mestinya ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua puncak DAN dua lembah yang SEMAKIN TINGGI.


2. Tren turun (downtrend)
Tidak perlu rumit-rumit: tren turun (downtrend) adalah keadaan ketika harga sedang bergerak turun. Tapi sebagaimana uptrend, ada prasyaratnya juga.

images/teknikal10.jpg
Keterangan gambar: P = Peak, T = Trough, LP = Lower Peak, LT = Lower Trough
Prasyarat downtrend adalah adanya sederetan PEAK (puncak) yang semakin lembah dan TROUGH (lembah) yang juga semakin rendah. Karena ada kata sederetan, maka harus ada lebih dari satu. Artinya, minimal harus ada dua puncak DAN dua lembah yang SEMAKIN RENDAH.


3. Datar (sideways)

Nah, ini juga sederhana. Sideway itu artinya pergerakannya bukan uptrend dan bukan downtrend. Artinya apa? Ya datar-datar saja. Tetap ada naik dan turun tapi hanya terbatas di range tertentu. Dengan kata lain, harus ada pada uptrend maupun downtrend tidak bisa kita temukan.
images/teknikal11.jpg
Keterangan gambar: P = Peak, T = Trough, LP = Lower Peak, HT = Higher Trough,
LT = Lower Trough
Kita sudah mengetahui cara mengenali tren, sekarang barulah kita akan mencoba lebih akrab lagi dengan trend line.
Untuk bisa menggambar trend line dengan baik, tentu harus dikenali dulu tren-nya. Pada keadaan uptrend, gambar trend line dengan menghubungkan minimal dua titik lembah (trough). Sedangkan pada keadaan downtrend, gambarlah trend line dengan menghubungkan minimal dua titik puncak (peak).
images/teknikal12.jpg
Gambar di atas merupakan sebuah up trend line yang ditarik menghubungkan dua titik lembah. Pada saat ini, trend line tersebut berperan sebagai support. Tembusnya trend line tersebut merupakan sinyal awal bahwa up trend kemungkinan akan berakhir.
Gambar di bawah ini merupakan trend line yang ditarik pada saat down trend. Di sini trend line berfungsi sebagai resistance. Tembusnya trend line tersebut kemungkinan merupakan indikasi bahwa down trend akan berakhir.
images/teknikal13.jpg
Kalau sideway bagaimana? Gambarlah dua garis horizontal yang sebisa mungkin masing-masing menghubngkan minimal dua puncak/lembah.
Setelah itu apa lagi yang harus digambar? Ya sudah, hanya itu saja. Sederhana kan? Makanya cukup aneh kalau ada trader yang mengaku profesional tapi salah dalam menggambar trend line.
Di bawah ini adalah contoh penggambaran trend line:
images/teknikal14.jpg
Dari contoh gambar di atas kita bisa lihat bahwa dalam pergerakan harga bisa terjadi beberapa kali perubahan tren. Perhatikan bahwa secara umum, gambar di atas memperlihatkan tren naik yang kita sebut sebagai major trend.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Ada setidaknya empat hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan trend line ini.

  • Jangan memaksa untuk menggambar trend line yang di-valid-valid-kan. Kalau memang tidak mungkin bagi kita untuk menggambar trend line yang valid, carilah alternatif lain untuk menggambarnya. Initinya: jangan maksa!

  1. Trend line yang valid menghubungkan paling tidak dua puncak atau lembah, namun untuk mengkonfirmasi trend line itu sendiri kita membutuhkan titik puncak atau lembah ke-tiga.

  2. Semakin miring trend line yang kita gambar, maka tingkat kekuatannya akan semakin berkurang dan akan semakin mudah tembus.

  3. Trend line akan semakin valid jika semakin banyak titik yang dihubungkan olehnya.

Channel

Channel merupakan salah satu tool analitik yang merupakan pengembangan dari trend line. Cara menggambarnya cukup sederhana, kita tinggal menduplikasi trend line yang telah kita buat. Langkahnya, pertama kali kita gambar terlebih dahulu trend line sesuai dengan arah trennya. Pada gambar di bawah ini, contohnya kita menarik trend line pada saat uptrend.

images/teknikal15.jpg
Lalu, kita tarik garis yang sejajar dengan trend line tersebut. Garis ke dua ini kemudian kita proyeksikan sehingga menghubungkan titik-titik puncaknya. Sama halnya dengan trend line, garis ini minimal harus menghubungkan dua puncak. Jadilah sebuah UP CHANNEL atau juga sering disebut sebagai ASCENDING CHANNEL. Sederhana kan?
images/teknikal16.jpg
Sedangkan untuk menggambar sebuah DOWN CHANNEL; atau sering disebut sebagai DESCENDING CHANNEL; sama sederhananya dengan menggambar bullish channel. Pertama, gambar dulu trend line yang menghubungkan minimal dua puncak. Lalu buat garis yang sejajar dengan trend line tersebut menghubungkan minimal dua lembah. Di bawah ini adalah contoh down channel.
images/teknikal17.jpg
Meskipun sederhana, channel ini sangat berguna. Channel ini nantinya bisa kita manfaatkan untuk memperkirakan area buy atau sell. Kedua garis channel berfungsi sebagai support dan resistance. Garis yang berada di atas berfungsi sebagai resistance, sedengkan garis yang di bawah berfungsi sebagai support. Untuk lebih mudah dalam penyebutannya, kita sebut saja kedua garis tersebut sebagai garis support dan garis resistance.
Ketika harga berada di area garis support, maka kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi berupa sinyal bullish untuk melakukan buy, dengan target di garis resistance. Waspadalah jika harga tembus ke bawah garis support. Jika hal itu terjadi, ada baiknya untuk mempertimbangkan untuk melepas transaksi tersebut. Tentu saja ini nanti juga harus melihat perkembangan situasi pasar. Mengenai hal ini akan kita bahas nanti, di topik yang lebih lanjut.
Begitu pula ketika harga berada di area garis resistance. Pada saat itu kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bearish untuk melakukan sell dengan target di garis support. Tentu saja kita harus waspada jika garis resistance tembus setelah kita melakukan sell.
Sideways Channel
Ada kalanya harga bergerak sideways, sehingga kita tidak bisa menggambar up channel atau down channel dengan baik. Dalam keadaan seperti ini, kita bisa menggambar channel yang mendatar. Kita sebut channel seperti ini sebagai sideways channel atau ranging channel.
images/teknikal18.jpg
Di bawah ini adalah contoh grafik yang menyajikan ketiga jenis channel yang telah kita bahas, yaitu up channel, down channel dan sideways channel.
images/teknikal19.jpg



ACCOUNT SELECTION

REGISTER   NOW REGISTER   NOW   册
MEMBER   LOGIN

PORTAL LOGIN

Register   |   Demo   |   Login