INDIKATOR

INDIKATOR ADX
Indikator ADX merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan suatu tren, didalam ADX tidak memperlihatkan adanya ovebought maupun oversold tidak seperti RSI dan Stocastic, dimana Kenaikan ADX merupakan indikasi suatu tren semakin kuat, baik itu bullish maupun bearish.

Indikator ADX terdiri atas:

  1. Garis ADX (Warna Merah) A

  2. Garis D+ (Warna Biru) C

  3. Garis D- (Warna Hitam) B

Gambar dibawah merupakan chart pair GBP/USD Timeframe 1H.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi1.jpg
Kegunaan garis ADX itu sendiri adalah:

  • Garis ADX berada di daerah 0-20 = jangan ambil posisi, karena harga masih dalam tahap konsolidasi.

  • Garis ADX berada di daerah 20-30 = Siap-siap ambil posisi, karena didaerah ini harga mulai bergerak baik Uptren atau downtren.

  • Garis ADX berada di daerah 30-40 = Tren yang terjadi sedang KUAT, baik uptren maupun Downtren.

  • Garis ADX berada di daerah 40-100 = Tren yang sedang KUAT, sebentar lagi akan berakhir (posisi X pada gambar diatas).

Sedangkan fungsi dari Garis D- dan D+ adalah:
D+ memotong D- dari bawah, signal Uptrend
D- memotong D+ dari bawah, signal Downtrend
 
Sekarang coba perhatikan gambar dibawah ini: pair GBP/USD Timeframe 1H dan ADX periode 15
 
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi2.jpg

Perhatikan candle yang saya lingkari, itu menandakan harga terus bergerak turun dan perhatikan pada indikator ADX yang saya lingkari juga serta terjadi perpotongan D-memotong D+, disana harga terus bergerak turun dari lingkaran candle yang paling atas sampai paling bawah dan berakhir dilingkaran candle yang paling bawah, disana tampak jelas kegunaan dari garis ADX itu sendiri, pada lingkaran candle paling bawah lihat pula garis ADX yang saya lingkari dekat huruf X trend bearish telah habis karena garis ADX juga telah berada di daerah 40-100. 

Bollinger Bands
Bollinger Bands digunakan untuk mengukur tingkat Volatility. Ketika harga cenderung diam garis Bollinger Bands akan merapat dan ketika harga aktif garis Bollinger Bands akan melebar. Bollinger Bands bisa berfungsi sebagai Support & Resistance dimana harga cenderung bergerak bolak-balik antara batas atas dan batas bawah (Bollinger Bounce). Bolinger Bands sangat membantu untuk mengetahui apakah harga sedang diam atau aktif.
 
Bollinger Bands adalah indikator awal yang tidak dapat dipakai sebagai indikator action.Harus diapakai bersama indikator lainnya. Tentukan salah satu indikator yang terbaik bagi Anda sebagai indikator action,  Beberapa indikator action yang baik adalah RSI, Stochastic ataupun momentum. pilih sesuai gaya trading  Anda.
Pada umumnya harga akan bergerak dalam sabuk, namun demikian dapat juga harga bergerak diluar dari sabuk. Ini dapat berarti akan terjadi reversal atau malah sebaliknya penguatan trend yang sedang berlangsung. Untuk mengetahuinya kita dapat melihat indikator action yang kita pakai.
Penentuan periode dalam Bollinger Bands juga berpengaruh disini. Semakin kecil periode yang dipakai maka lebar sabuk akan semakin kecil dan demikian sebaliknya.
secara umum Bollinger Bands terdiri dari tiga garis yaitu Upper Line, Botom Line, dan garis tengah diantara Upper Line dan Bottom Line (garis Moving Average), seperti yang ditemui di broker Marketiva Bollinger Bands tidak ada garis tengah, anda bisa menambahkan garis Moving Average.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi3.jpg

Pencipta indikator ini (John Bollinger) mengatakan bahwa hal yang paling menarik dalam menganalisa menggunakan Bollinger Bands adalah memperhatikan bagaimana setiap orang menggunakannya. Meski ada beberapa aturan baku dalam Bollinger Bands, tetapi bisa saja trader satu dengan trader lainnya memiliki cara yang berbeda dan penggunaan yang berbeda pula dalam pemakaian Bollinger Bands. contoh penggunaan lainnya bisa di lihat juga
 
Fibonacci Retracement
Perlu diketahui bahwa Fibonacci memiliki 4 varian yaitu Fibonacci Retracement, Arc, Fan dan Expansion. untuk marketiva hanya tersedia Fibonacci Retracement, Arc, Fan. Fibonacci Retracement sering digunakan oleh para trader pada umumnya dibanding jenis fibonacci yang lain, saya akan mulai dengan membahas Fibonacci Retracement terlebih dahulu.
Fibonacci berguna untuk menentukan titik support dan ressistance dari pergerakan harga. Penggunaannya dapat dibilang sederhana. Tinggal menghubungkan antara “Swing High” dengan “Swing Low” dari harga.
Swing High adalah candlestick yang terletak di antara candlestick-candlestick yang lebih tinggi disebelah kanan dan kirinya. Sedangkan Swing Low merupakan kebalikan dalam Swing High yaitu bagian yang lebih rendah dibandingkan candle disebelah kanan kirinya. lihat gambar berikut:

Penggunaan Fibonacci Retracement, cukup dengan menghubungkan kedua titik tersebut dengan garis Fibonacci maka secara otomatis harga Support dan Ressistance akan terbentuk disana. lihat gambar dibawah ini:
 
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi5.jpg
Grafik diatas merupakan gambaran pasangan GBP/USD dengan timeframe 15M. Garis Fibonacci berwarna merah dari 0.0 dan 100.0 merupakan hasil penghubungan kedua titik Swing High dengan Swing Low. Perhatikan garis retracement dengan baik mengidentifikasi area-area support dan ressistance dari harga. Ke lima garis retracement inilah yang berguna sebagai titik support dan ressistance. Apabila harga sekarang bergerak diantara garis 0.0 dan 33.3 maka garis 33.3, 50.0, 66.6 dan 100.0 merupakan batasan ressistance dan garis 0.0 merupakan batasan support.
Cukup sederhana, dan sekarang apa yang harus kita lakukan ketika harga mendekati area support dan ressistancenya? tentunya sudah tidak perlu diterangkan lagi, saya anggap kalian sudah mengetahuinya.
Dalam menentukan titik-titik Swing High dan Swing Low secara tepat  untuk dapat menghasilkan Support dan Ressistance yang pas dibutuhkan pengalaman dari anda sendiri . Semakin Anda sering menggunakannya maka akan semakin profesional nantinya.

Stochastic
Menurut definisinya, stochastic adalah sebuah oscillator yang mengukur kondisi overbought dan oversold yang terjadi di bursa. Mirip dengan MACD, pada indikator stochastic ada 2 garis yang memiliki kecepatan berbeda.

http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi6.jpg

Penerapan Stochastic
Stochastic dinyatakan dalam skala 1 sampai 100. Ketika garis stochastic berada di atas angka 70, hal itu menunjukkan kondisi pasar yang overbought. Ketika garis stochastic ada di bawah angka 30, itu menunjukkan kondisi pasar yang oversold.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi7.jpg
Pada chart di atas stochastic telah memperlihatkan kondisi overbought selama beberapa saat. Berdasarkan informasi ini maka arah pergerakan selanjutnya dapat diperkirakan: harga akan bergerak turun.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi8.jpg
Meskipun dapat digunakan dalam berbagai cara, pada umumnya penggunaan stochastic yang utama adalah sebagai indikator saat kondisi pasar mengalami situasi oversold ataupun overbought.

Relative Strength Index
Relative Strength Index atau disingkat RSI, mirip dengan stochastic. Indikator ini mengidentifikasi adanya kondisi overbought dan oversold di bursa. RSI juga memiliki skala 0 sampai 100. Garis RSI berada di bawah angka 20 menunjukkan kondisi pasar yang oversold sedangkan garis RSI di atas 80 menunjukkan kondisi overbought.

http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi9.jpg

Penggunaan RSI
Penggunaan RSI kurang lebih sama dengan Stochastic. Pada chart di atas terlihat RSI berada di bawah angka 20 dan menunjukkan adanya kondisi oversold. Tidak berapa lama kemudian harga mulai kembali naik.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi10.jpg
RSI juga sangat populer karena dapat digunakan untuk mengkonfirmasi suatu trend. RSI biasanya digunakan bersama-sama dengan indikator lain. Saat indikator lain mengindikasikan adanya pembentukan trend baru, maka RSI dapat digunakan untuk mengkonfirmasi hal tersebut dengan cara melihat apakah garis RSI ada di atas atau di bawah angka 50. Trend naik yang diindikasikan oleh indikator lain dapat dikonfirmasi dengan apabila pembacaan RSI berada di bawah angka 50. Sebaliknya trend turun dapat dikonfirmasi dengan pembacaan RSI di atas angka 50.
http://www.interpan.co.id/assets/images/media/indi11.jpg
pada awal chart di atas terlihat adanya kemungkinan pembentukan trend bullish (naik). Untuk menghindari trend yang palsu, kita dapat menunggu pembacaan RSI melampaui angka 50 sebelum memutuskan untuik mengambil posisi 'beli'.

ACCOUNT SELECTION

REGISTER   NOW REGISTER   NOW   册
MEMBER   LOGIN

PORTAL LOGIN

Register   |   Demo   |   Login